Profil Kelurahan

Kota Administrasi Jakarta Selatan
Foto & Peta Lokasi
Sejarah
Geografi
Demografi
Potensi Wilayah
Prestasi Kerja
Inovasi

Foto & Peta Lokasi

Peta Wilayah

Peta Kelurahan Cikoko

Informasi lokasi dan wilayah Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Gunakan peta untuk melihat lokasi dan area sekitar Kelurahan Cikoko.

Kelurahan Cikoko Kecamatan Pancoran · Jakarta Selatan
Buka Peta ?
Kelurahan Cikoko
?

Peta digunakan untuk memberikan gambaran lokasi Kelurahan Cikoko. Anda dapat memperbesar, memperkecil, menggeser peta, atau membuka Google Maps untuk melihat informasi lokasi secara lebih lengkap.

Sejarah

SEJARAH KELURAHAN CIKOKO

Dari Kampung Betawi di Tepian Ciliwung hingga Simpul Transportasi Jakarta Selatan


Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Di balik wajahnya yang kini berkembang sebagai kawasan permukiman dan simpul transportasi perkotaan, Cikoko memiliki kisah masa lalu yang erat dengan lingkungan alam, kehidupan masyarakat Betawi, serta perkembangan Kota Jakarta dari masa Batavia hingga era modern.

Dahulu, kawasan Cikoko dan sekitarnya dikenal memiliki lingkungan yang lebih hijau, dengan lahan pertanian, perkebunan, permukiman tradisional, dan kedekatan dengan aliran Sungai Ciliwung. Seiring perkembangan zaman, kawasan ini mengalami perubahan besar, baik dari sisi lingkungan, sosial budaya, infrastruktur, maupun administrasi pemerintahan.

1. Asal-Usul Nama Cikoko

Asal-usul nama Cikoko hingga kini belum diketahui secara pasti. Berdasarkan penuturan dan penafsiran sejarah lokal, nama tersebut diyakini berkaitan dengan istilah masyarakat Betawi tempo dulu atau nama tanaman yang pernah tumbuh di kawasan tersebut.

Salah satu penafsiran menghubungkan unsur “Ci” dengan kata cai dalam bahasa Sunda yang berarti air. Sementara itu, kata “koko” diperkirakan berkaitan dengan istilah lokal atau nama tumbuhan tertentu. Ada pula cerita yang mengaitkan nama Cikoko dengan sapaan “Cici” dan “Koko” dalam masyarakat Tionghoa. Namun, penafsiran tersebut belum memiliki bukti sejarah yang cukup kuat.

Oleh karena itu, asal-usul nama Cikoko masih perlu ditelusuri melalui penelitian toponimi, arsip sejarah, dan penuturan masyarakat setempat. Berbagai cerita yang berkembang tetap menjadi bagian dari kekayaan sejarah lisan yang menarik untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

2. Cikoko pada Masa Batavia

Pada abad ke-17 hingga abad ke-19, ketika Batavia berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan kolonial Belanda, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Cikoko belum menjadi kawasan perkotaan padat seperti saat ini.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah pedalaman di luar pusat kota Batavia yang dikenal dengan istilah Ommelanden. Daerah selatan Batavia, termasuk Cikoko dan sekitarnya, masih memiliki karakter lingkungan yang didominasi lahan hijau, rawa-rawa, kebun, lahan pertanian, dan permukiman tradisional.

Seiring pertumbuhan Batavia, lahan di wilayah pedalaman dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat menjalani kehidupan yang dekat dengan alam, memanfaatkan hasil bumi, serta mengandalkan sumber daya lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sungai Ciliwung menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai sumber air, sungai dan kawasan sekitarnya turut berperan dalam aktivitas penduduk serta pergerakan hasil bumi menuju wilayah lain di Batavia.

Sejarah awal Cikoko dengan demikian tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kawasan pedalaman Batavia yang menjadi ruang kehidupan masyarakat lokal sekaligus bagian dari lingkungan penyangga kota.

3. Cikoko dan Kehidupan Masyarakat Betawi

Cikoko dan kawasan di sekitarnya memiliki sejarah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Betawi. Pada masa lalu, kehidupan perkampungan berlangsung dalam lingkungan yang relatif sederhana, dengan hubungan sosial yang erat dan ketergantungan yang lebih besar terhadap alam.

Kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan rakyat, serta pemanfaatan sumber daya sungai menjadi bagian dari gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu.

Perkembangan masyarakat Betawi sendiri terbentuk melalui proses pertemuan dan percampuran berbagai budaya dalam waktu yang panjang. Beragam kelompok masyarakat, termasuk Sunda, Melayu, Jawa, Bali, Tionghoa, Arab, dan kelompok lainnya, turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan sosial budaya Batavia dan wilayah sekitarnya.

Dalam kehidupan masyarakat, nilai kekeluargaan, gotong royong, tradisi keagamaan, dan kebersamaan menjadi unsur penting kehidupan kampung. Kekayaan budaya Betawi juga dikenal melalui bahasa, kuliner, pakaian tradisional, kesenian, serta tradisi sosial yang diwariskan antargenerasi.

Lenong, tanjidor, palang pintu, dan ondel-ondel merupakan bagian dari kekayaan budaya Betawi yang masih dikenal hingga kini. Pelestarian budaya tersebut menjadi salah satu upaya menjaga identitas masyarakat Betawi di tengah perubahan Jakarta menjadi kota metropolitan.

4. Sungai Ciliwung dalam Sejarah Cikoko

Sungai Ciliwung memiliki hubungan erat dengan kondisi geografis dan perkembangan kawasan Cikoko. Kedekatannya dengan permukiman menjadikan sungai sebagai bagian dari kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Ketika lingkungan sekitar masih memiliki banyak ruang terbuka dan pepohonan, kawasan di tepian sungai dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Dalam kenangan generasi terdahulu, Cikoko digambarkan sebagai lingkungan yang lebih hijau dan asri dibandingkan dengan kondisi perkotaan saat ini.

Sungai yang dahulu relatif lebih bersih juga dikenang sebagai tempat anak-anak bermain, berenang, serta mencari ikan dan udang. Kenangan tersebut menggambarkan eratnya hubungan masyarakat dengan lingkungan alam pada masa lampau.

Seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota, kondisi lingkungan mengalami perubahan. Permukiman semakin berkembang, ruang terbuka berkurang, dan kawasan sungai menghadapi berbagai tantangan lingkungan.

Meskipun demikian, Sungai Ciliwung tetap menjadi bagian penting dari identitas geografis Cikoko. Keberadaannya mengingatkan masyarakat akan sejarah kehidupan yang dahulu sangat dekat dengan alam serta pentingnya menjaga kelestarian sungai bagi generasi mendatang.

5. Jejak Sejarah Kehidupan Sosial dan Keagamaan

Perjalanan sejarah Cikoko juga terlihat melalui perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bangunan yang memiliki arti penting dalam catatan sejarah lokal adalah Masjid Jami Maulana Hasanuddin.

Berdasarkan bahan sejarah lokal yang tersedia, masjid tersebut mulai dibangun sekitar tahun 1928 oleh H. Mursan bin Toipin, yang dikenal dengan nama Kyai Kucang. Pembangunannya disebut selesai pada awal hingga pertengahan dekade 1930-an. Dalam sejumlah penuturan, masjid ini pada awalnya dikenal sebagai Masjid At Taqwa.

Pendirian masjid tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap tempat ibadah yang lebih dekat dengan permukiman. Kehadirannya kemudian menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan dan kebersamaan warga.

Catatan lokal juga menyebutkan adanya pemugaran pada 1964 serta cerita mengenai kunjungan Presiden Soekarno. Riwayat tersebut menarik untuk ditelusuri lebih lanjut melalui arsip dan dokumentasi resmi agar dapat disajikan secara lebih lengkap.

Selain itu, keberadaan GKPS Cikoko yang menurut catatan lokal telah hadir sejak 1959 menjadi salah satu penanda keberagaman kehidupan beragama di kawasan ini.

Jejak tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Cikoko tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik wilayah, tetapi juga dengan pertumbuhan kehidupan sosial dan keberagaman masyarakatnya.

6. Perubahan Wilayah pada Era Pembangunan Jakarta

Memasuki abad ke-20, Jakarta mengalami perkembangan yang semakin pesat. Pertumbuhan penduduk, pembangunan jalan raya, dan perluasan kawasan permukiman secara bertahap mengubah wilayah-wilayah yang sebelumnya didominasi lahan pertanian dan perkebunan.

Salah satu perubahan penting bagi Cikoko dan kawasan sekitarnya adalah pembangunan Jalan Jenderal Gatot Subroto, yang dalam catatan sejarah lokal dikaitkan dengan perkembangan Jakarta pada era 1960-an.

Sebelum pembangunan jalan-jalan besar, Cikoko, Tebet, Pancoran, dan kawasan di sekitarnya memiliki hubungan antarkampung yang relatif dekat. Lingkungan permukiman masih berkesinambungan dengan lahan hijau dan ruang terbuka.

Pembangunan jalan raya mengubah pola hubungan antarwilayah. Jalur transportasi tersebut meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, tetapi juga membentuk batas fisik baru yang memengaruhi hubungan kawasan-kawasan yang sebelumnya terasa menyatu.

Perubahan tersebut mendorong pergeseran fungsi lahan. Kebun, lahan pertanian, dan ruang terbuka secara bertahap berkembang menjadi permukiman, fasilitas umum, jalan raya, dan berbagai kegiatan perkotaan.

Cikoko pun semakin terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di Jakarta Selatan. Perubahan ini menjadi bagian dari proses urbanisasi yang membentuk wajah Jakarta hingga saat ini.

7. Perjalanan Administratif Kelurahan Cikoko

Perubahan wilayah Cikoko juga diikuti oleh penataan administrasi pemerintahan. Sebelum menjadi bagian dari Kecamatan Pancoran seperti sekarang, kawasan ini pernah berada dalam lingkup Kecamatan Mampang Prapatan.

Berdasarkan informasi dalam bahan rujukan, pembentukan Kelurahan Cikoko dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1978 tentang Pembentukan Wilayah Kota dan Kecamatan dalam Wilayah DKI Jakarta.

Perkembangan administrasi berikutnya terjadi pada 18 Desember 1990, ketika diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1990 tentang Pembentukan Kecamatan dalam Wilayah DKI Jakarta. Melalui kebijakan tersebut, Kecamatan Pancoran dibentuk dari wilayah Kecamatan Mampang Prapatan.

Cikoko kemudian menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Pancoran, bersama Kelurahan Pancoran, Pengadegan, Rawajati, Kalibata, dan Duren Tiga.

Penataan administrasi ini menjadi bagian penting dalam perkembangan pemerintahan wilayah, termasuk penyelenggaraan pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, pendataan penduduk, dan pelaksanaan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

8. Kondisi Geografis dan Wilayah Administratif

Saat ini, Kelurahan Cikoko terletak di Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan data yang diberikan, wilayah ini memiliki luas sekitar 71,69 hektare atau kurang lebih 0,72 kilometer persegi.

Adapun batas-batas wilayah Kelurahan Cikoko adalah sebagai berikut:

  • Sebelah utara: Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet.

  • Sebelah timur: Sungai Ciliwung, dengan kawasan Cawang di Jakarta Timur di seberangnya.

  • Sebelah barat: Kelurahan Pancoran.

  • Sebelah selatan: Kelurahan Pengadegan.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan tingkat lokal, wilayah Cikoko terbagi menjadi 5 Rukun Warga (RW) dan 42 Rukun Tetangga (RT), dengan pusat pemerintahan kelurahan di Jalan Cikoko Barat III.

Letaknya yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung dan berada di tengah kawasan perkotaan menjadikan Cikoko memiliki karakter geografis yang khas, yaitu perpaduan antara lingkungan alam, permukiman, dan infrastruktur modern.

9. Cikoko sebagai Simpul Transportasi Modern

Perkembangan Jakarta menjadikan Cikoko semakin strategis dalam jaringan transportasi perkotaan. Kehadiran Stasiun LRT Cikoko, layanan KRL di kawasan Cawang, serta Halte Transjakarta Cikoko mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan di Jakarta.

Ketersediaan berbagai moda transportasi memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, termasuk menuju kawasan perkantoran, pusat perdagangan, permukiman, dan wilayah lainnya.

Perkembangan tersebut turut mengubah aktivitas ekonomi dan sosial di sekitar kawasan transportasi. Kegiatan perdagangan dan jasa berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, sementara lingkungan permukiman terus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan kota.

Di sisi lain, perkembangan kawasan perkotaan juga membawa tantangan, seperti kepadatan lalu lintas, penataan ruang, pengelolaan lingkungan, dan kebutuhan menjaga kenyamanan warga.

Di tengah modernisasi tersebut, sejarah Cikoko sebagai kawasan perkampungan yang dekat dengan Sungai Ciliwung tetap menjadi bagian penting dari identitas wilayah yang perlu dijaga.

10. Melestarikan Sejarah dan Identitas Lokal

Perjalanan panjang Cikoko menunjukkan bahwa sejarah sebuah wilayah tidak hanya dibentuk oleh bangunan, jalan, dan batas administratif, tetapi juga oleh pengalaman hidup masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kenangan tentang lingkungan hijau, kehidupan di sekitar Sungai Ciliwung, tradisi masyarakat Betawi, serta keberadaan tempat ibadah bersejarah merupakan bagian dari perjalanan sosial Cikoko.

Pengenalan sejarah lokal menjadi langkah penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan, menghargai keberagaman budaya, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan sejarah maupun kelestarian alam.

Dengan memahami perjalanan masa lalunya, generasi sekarang diharapkan dapat meneruskan nilai kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan penghargaan terhadap identitas lokal di tengah perkembangan Jakarta yang semakin dinamis.

Penutup

Sejarah Kelurahan Cikoko merupakan gambaran perubahan sebuah kawasan dari lingkungan pedalaman Batavia yang memiliki lahan hijau, pertanian, perkebunan, dan permukiman tradisional menjadi bagian penting dari Jakarta modern.

Perjalanan tersebut berlangsung melalui perkembangan masyarakat Betawi, kehidupan di sekitar Sungai Ciliwung, pertumbuhan tempat ibadah, pembangunan infrastruktur, serta penataan administrasi pemerintahan.

Kini, Cikoko dikenal sebagai kawasan strategis di Jakarta Selatan dengan konektivitas transportasi yang terus berkembang. Namun, di balik dinamika perkotaannya, Cikoko tetap memiliki jejak sejarah dan identitas lokal yang layak dikenali, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Cikoko bukan sekadar kawasan permukiman dan simpul transportasi, melainkan bagian dari perjalanan sejarah Jakarta yang menyimpan cerita tentang alam, masyarakat, budaya, dan perubahan zaman.


Geografi


Demografi


Potensi Wilayah

Profil & Potensi Wilayah

Potensi Wilayah Kelurahan Cikoko

Mengenal berbagai potensi wilayah Kelurahan Cikoko sebagai bagian dari pengembangan ekonomi, pelayanan, lingkungan, sosial masyarakat, serta peningkatan kualitas kawasan yang berkelanjutan.

Cikoko, Wilayah Perkotaan yang Terus Berkembang

Potensi wilayah merupakan berbagai sumber daya, aktivitas, fasilitas, dan karakter kawasan yang dapat mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kelurahan Cikoko.

Potensi Utama Wilayah

Beberapa sektor yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan wilayah Kelurahan Cikoko.

Kelurahan Cikoko
01

UMKM & Ekonomi Lokal

Aktivitas usaha masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi lokal melalui perdagangan, kuliner, jasa dan berbagai usaha produktif lainnya.

Ekonomi
02

Perdagangan & Jasa

Aktivitas perdagangan dan sektor jasa memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi wilayah.

Perdagangan
03

Akses & Mobilitas

Konektivitas dan akses transportasi mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan pelayanan di kawasan perkotaan.

Transportasi
04

Sosial & Masyarakat

Partisipasi masyarakat, kegiatan lingkungan, kelembagaan warga dan gotong royong menjadi modal sosial dalam pembangunan wilayah.

Masyarakat
05

Lingkungan & Ruang Hijau

Penataan lingkungan, penghijauan dan pengelolaan kawasan dapat dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Lingkungan
06

Pelayanan & Fasilitas

Fasilitas pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan administrasi, sosial dan aktivitas masyarakat.

Pelayanan
Potensi Strategis

Mendorong Cikoko Menjadi Wilayah yang Produktif, Nyaman dan Berkelanjutan

Pengembangan potensi wilayah dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha dengan memperkuat ekonomi lokal, kualitas lingkungan, pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat.

Peluang Pengembangan

?
Pemberdayaan UMKM Penguatan usaha dan produk masyarakat lokal.
?
Digitalisasi Pelayanan Pelayanan masyarakat yang semakin mudah dan cepat.
?
Penataan Lingkungan Pengembangan kawasan yang bersih, tertata dan nyaman.
?
Kolaborasi Masyarakat Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Arah Pengembangan Potensi

Fokus pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan.

Ekonomi Lokal Penguatan UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat
Lingkungan Kawasan bersih, hijau, nyaman dan berkelanjutan
Transformasi Digital Pemanfaatan teknologi untuk pelayanan masyarakat
Pemberdayaan Kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat
i
Informasi Potensi Wilayah

Informasi potensi wilayah dapat diperbarui dan dikembangkan sesuai dengan data, program serta kondisi terkini Kelurahan Cikoko.

Prestasi Kerja

No Keterangan Tahun
1 Penghargaan ODF dari Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan 2023
2 Juara III Pengumpulan ZIS Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan 2022
3 Juara I Tingkat Kecamatan Pancoran atas Pencapaian Penerimaan PBB P2 2022
4 Juara II Lomba Kelurahan tingkat Provinsi DKI Jakarta 2024
5 Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan 2024
6 Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Kecamatan Pancoran 2024

Inovasi

Inovasi Wilayah

Cikoko Berinovasi

Mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih mudah, lingkungan yang lebih baik, masyarakat yang lebih berdaya, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan wilayah Kelurahan Cikoko.

Pelayanan Digital Lingkungan Pemberdayaan

Inovasi untuk Pelayanan dan Wilayah yang Lebih Baik

Inovasi wilayah diarahkan untuk menciptakan solusi yang sederhana, bermanfaat, mudah diterapkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Program & Gagasan Inovasi

Konsep pengembangan inovasi yang dapat disesuaikan dengan program Kelurahan Cikoko.

Cikoko Berinovasi
01
Pelayanan Digital

Cikoko Digital Service

Konsep pelayanan berbasis digital untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengakses kebutuhan pelayanan secara lebih mudah.

Manfaat Mudah Diakses Efisien Informatif
02
Informasi Wilayah

Cikoko Smart Map

Konsep informasi wilayah berbasis peta untuk memudahkan masyarakat mengenali fasilitas, layanan dan titik penting di Kelurahan Cikoko.

Manfaat Informasi Lokasi Mudah Dipahami Terintegrasi
03
Lingkungan

Cikoko Peduli Lingkungan

Penguatan kepedulian terhadap kebersihan, pemilahan sampah dan lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Manfaat Bersih Sehat Berkelanjutan
04
Masyarakat

Cikoko Kolaboratif

Mendorong kolaborasi antara kelurahan, RT/RW, masyarakat, komunitas dan pemangku kepentingan dalam menyelesaikan kebutuhan wilayah.

Manfaat Kolaborasi Partisipatif Gotong Royong
05
Ekonomi

UMKM Cikoko Naik Kelas

Konsep pemberdayaan usaha masyarakat melalui promosi, informasi, digitalisasi dan penguatan potensi ekonomi lokal.

Manfaat UMKM Promosi Ekonomi Lokal
06
Respons Cepat

Cikoko Responsif

Konsep saluran informasi dan respons wilayah untuk membantu penyampaian laporan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara lebih terarah.

Manfaat Responsif Aspirasi Terarah

Arah Pengembangan Inovasi

Empat fokus untuk mendukung pengembangan inovasi wilayah.

01
Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan dan informasi masyarakat.

02
Kolaborasi

Menguatkan kerja sama pemerintah, masyarakat dan stakeholder.

03
Lingkungan

Mendorong inovasi kawasan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

04
Pemberdayaan

Mengembangkan kemampuan dan potensi masyarakat Kelurahan Cikoko.

Prestasi Kelurahan Cikoko
Capaian & Penghargaan

Prestasi Kelurahan Cikoko

Sejumlah capaian Kelurahan Cikoko yang tercatat melalui publikasi resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Tingkat Kota Tingkat Provinsi Tingkat Nasional Pelayanan Publik
Prestasi Terdokumentasi 5
Juara Tingkat Kota 2
Capaian Provinsi / Nasional 2
Nilai IKM Tertinggi 100

Daftar Prestasi

Capaian yang ditampilkan di bawah memiliki rujukan publik yang dapat diperiksa.

#1
2024 Tingkat Kota

Juara 1 Lomba Kelurahan Tingkat Kota Jakarta Selatan

Kelurahan Cikoko menjadi juara pertama setelah melalui penilaian terhadap 65 kelurahan di 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan.

Capaian ini menjadi dasar Kelurahan Cikoko mewakili Jakarta Selatan dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2024.
Lihat Sumber
#2
2024 Tingkat Provinsi

Juara 2 Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi DKI Jakarta

Kelurahan Cikoko meraih posisi kedua pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024.

Juara pertama diraih Kelurahan Sunter Jaya dan juara ketiga diraih Kelurahan Cipayung.
Lihat Sumber
#1
2025 Tingkat Kota

Juara 1 Tertib Administrasi – Lomba 10 Program Pokok PKK

Kelurahan Cikoko meraih Juara 1 kategori Tertib Administrasi dalam Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kota Jakarta Selatan Tahun 2025.

Penghargaan ini termasuk dalam rangkaian apresiasi peningkatan prestasi program PKK tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Lihat Sumber
TOP
2025 Tingkat Nasional

Top 10 Peacemaker Justice Award 2025

Lurah Cikoko, Fadhilah Nursehati, tercatat sebagai salah satu dari 10 desa/kelurahan TOP Peacemaker Justice Award 2025.

Inovasi yang diangkat mencakup Posbankum, Kadarkum, integrasi layanan hukum digital, dan program literasi hukum bagi masyarakat.
Lihat Sumber
Catatan Sumber Halaman ini hanya memuat prestasi yang ditemukan pada publikasi resmi/tercatat di kanal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Data dapat ditambah apabila terdapat piagam, SK, atau berita resmi lain dari Kelurahan Cikoko.