Embung-Lapangan-Merah-Dapat-Mengurangi-Banjir-Hingga-50-Persen

Camat Jagakarsa Satia bersama Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar mendampingi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Embung Lapangan Merah di RT.011 RW.07 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12).

Gubernur Pramono, menjelaskan, embung ini dirancang secara khusus untuk mengatasi banjir di wilayah Jagakarsa serta sebagian area Depok.

“Embung ini akan mengurangi potensi banjir di kecamatan ini sekitar 35 hingga 50 persen. Dengan catchment area seluas 87 hektare, dampaknya sangat signifikan,” paparnya.

Sebelum embung dibangun, sebanyak tiga RW, yakni RW 15, 16 dan 18, kerap mengalami banjir. Kehadiran embung diharapkan dapat mengurangi genangan di kawasan tersebut.

“Saya berharap kita tidak hanya mampu membangun, tetapi juga merawatnya dengan baik. Tempat ini sangat strategis, berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Kota Depok, sehingga perannya luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas pembangunan embung sebagai infrastruktur pengendali banjir sekaligus penyedia ruang terbuka publik.

“Saya meminta seluruh wilayah di Jakarta memanfaatkan embung dengan baik,” ujarnya.

Sebagai informasi, Embung Lapangan Merah memiliki luas penampang basah 4.945 meter persegi, kedalaman empat meter dan kapasitas tampungan air mencapai 9.890 meter kubik. Pembangunan Embung Lapangan Merah dimulai pada 2023, sementara penataan arsitektur lanskap berlangsung pada 20 Juni hingga 16 November 2025.

Hasil pembangunan ini menghadirkan ruang publik hijau dan teduh yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan berbagai aktivitas warga. Embung juga dilengkapi fasilitas berupa outdoor gym, area bermain anak, jogging track, saung terapung, area batu refleksi, area pemancingan, toilet, dan musala.