Profil Kecamatan

Kota Administrasi Jakarta Selatan
Foto & Peta Lokasi
Sejarah
Geografi
Demografi
Potensi Wilayah
Prestasi Kerja
Inovasi
Statistik

Foto & Peta Lokasi

Peta Wilayah

Peta Kecamatan Pancoran

Informasi lokasi dan wilayah Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Gunakan peta untuk melihat lokasi, batas wilayah, dan area sekitar Kecamatan Pancoran.

Kecamatan Pancoran Kota Administrasi Jakarta Selatan · DKI Jakarta
Buka Peta ?
Kecamatan Pancoran
?

Peta digunakan untuk memberikan gambaran lokasi dan wilayah Kecamatan Pancoran. Anda dapat memperbesar, memperkecil, menggeser peta, atau membuka Google Maps untuk melihat informasi wilayah secara lebih lengkap.

Sejarah

Sejarah Kecamatan Pancoran
SEJARAH WILAYAH

Sejarah Singkat Pancoran

Pancoran merupakan salah satu kawasan bersejarah di Jakarta Selatan yang berkembang dari wilayah perkampungan Betawi menjadi kawasan pemerintahan, permukiman, perdagangan, dan jasa.

Identitas Pancoran dibentuk oleh tiga unsur utama: tradisi masyarakat Betawi, perkembangan administrasi Jakarta, dan keberadaan Patung Dirgantara sebagai ikon kawasan.

Perjalanan Sejarah Pancoran

01
ASAL-USUL

Asal-usul Nama Pancoran

Secara kebahasaan, kata “pancoran” berkaitan dengan “pancuran”, yaitu tempat keluarnya atau memancarnya air. Kamus Bahasa Betawi juga menjelaskan pancoran sebagai kran atau air yang memancar. Karena itu, nama Pancoran kemungkinan berkaitan dengan keberadaan sumber atau pancuran air yang dahulu digunakan masyarakat.

Dalam tradisi lisan Betawi, terdapat pula cerita “Pancuran dan Pangeran”. Kisah tersebut menceritakan Pangeran Jaya, Pangeran Suta, dan Pangeran Gerinda yang menjalani ujian untuk menentukan pewaris kerajaan. Ketiganya menemukan pancuran air dalam perjalanan. Pangeran Jaya kemudian menunjukkan keberanian, ketabahan, dan kerelaan berkorban demi kedua saudaranya.

Cerita tersebut ditempatkan sebagai legenda atau warisan budaya lisan, bukan sebagai bukti sejarah administratif yang telah terverifikasi.
02
MASA KOLONIAL

Pancoran pada Masa Kolonial

Pada masa kolonial, wilayah Pancoran masih didominasi perkampungan, lahan pertanian, kebun, serta jaringan jalan yang menghubungkan Batavia dengan daerah di sebelah selatan dan timur. Secara administratif, Pancoran pernah menjadi bagian dari wilayah yang lebih luas di bawah kawasan Meester Cornelis atau Jatinegara.

Wilayah Jakarta Selatan pada masa itu berkembang sebagai daerah penyangga Batavia. Setelah kemerdekaan, perkembangan Jakarta ke arah selatan membuat Pancoran semakin strategis karena berada di jalur penghubung pusat Jakarta, Pasar Minggu, Kalibata, Tebet, dan kawasan timur Jakarta.

03
IKON PANCORAN

Patung Dirgantara sebagai Ikon Pancoran

Patung Dirgantara Pancoran
Gunakan link gambar Patung Dirgantara dari situs Jakarta Selatan.

Perubahan penting dalam identitas Pancoran terjadi pada dekade 1960-an ketika Presiden Soekarno menggagas pembangunan Monumen Patung Dirgantara. Patung tersebut dirancang oleh pematung Edhi Sunarso dan dikerjakan pada sekitar 1964–1966.

Patung Dirgantara menggambarkan sosok manusia yang berdiri tegak dengan tangan menunjuk ke depan. Monumen ini melambangkan keberanian, semangat kemajuan, dan cita-cita Indonesia untuk menjadi bangsa yang unggul dalam bidang penerbangan serta kedirgantaraan.

Karena sangat menonjol dan terletak di persimpangan strategis Jalan Gatot Subroto, Jalan M.T. Haryono, dan Jalan Dr. Supomo, masyarakat lebih sering menyebutnya “Patung Pancoran”. Dalam perkembangan berikutnya, patung tersebut menjadi penanda geografis sekaligus simbol utama Kecamatan Pancoran.

04
1990

Pembentukan Kecamatan Pancoran

Pembentukan Kecamatan Pancoran sebagai wilayah administratif tersendiri terjadi pada 1990. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1990 membentuk sejumlah kecamatan baru di DKI Jakarta, termasuk Kecamatan Pancoran di Jakarta Selatan.

Kecamatan Pancoran dibentuk melalui pemekaran wilayah Kecamatan Mampang Prapatan dan Kecamatan Tebet. Pembentukan ini dilakukan karena pertumbuhan penduduk, perkembangan permukiman, dan meningkatnya kebutuhan pelayanan pemerintahan di Jakarta Selatan.

Kelurahan Pancoran
Kelurahan Duren Tiga
Kelurahan Kalibata
Kelurahan Rawajati
Kelurahan Pengadegan
Kelurahan Cikoko
05
JAKARTA MODERN

Pancoran dalam Perkembangan Jakarta Modern

Kawasan Pancoran Jakarta Selatan
Gunakan link gambar kawasan Pancoran dari situs Jakarta Selatan.

Setelah terbentuk sebagai kecamatan, Pancoran berkembang pesat karena posisinya berada di antara pusat bisnis Jakarta dan kawasan permukiman di bagian selatan. Pembangunan Jalan Gatot Subroto, Jalan M.T. Haryono, Jalan Raya Pasar Minggu, jalur kereta api, jalan layang, dan jaringan jalan tol semakin memperkuat peran Pancoran.

Karakter wilayah Pancoran kemudian berkembang menjadi perpaduan antara kawasan permukiman dan perkampungan, pusat pemerintahan kecamatan dan kelurahan, kawasan perdagangan dan jasa, perkantoran serta pusat bisnis, simpul transportasi regional, pusat pendidikan, sosial, dan kebudayaan, serta kawasan bersejarah yang masih mempertahankan identitas Betawi.

Pancoran dari Masa ke Masa

Pancoran merupakan wilayah yang tumbuh dari perkampungan masyarakat Betawi menjadi salah satu kawasan strategis di Jakarta Selatan. Nama Pancoran dipercaya berkaitan dengan pancuran atau sumber air yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam tradisi lisan Betawi, nama tersebut juga dihubungkan dengan cerita Pangeran Jaya yang menggambarkan keberanian, ketabahan, dan kerelaan berkorban.

Perjalanan Pancoran memasuki babak baru ketika Presiden Soekarno menggagas pembangunan Patung Dirgantara pada dekade 1960-an. Patung karya Edhi Sunarso tersebut kemudian dikenal luas sebagai Patung Pancoran dan menjadi simbol semangat bangsa Indonesia untuk bergerak maju. Seiring perkembangan Jakarta, Pancoran tumbuh menjadi kawasan pemerintahan, permukiman, perdagangan, jasa, dan transportasi yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah selatan dan timur Jakarta.

Secara administratif, Kecamatan Pancoran dibentuk pada 1990 dan kini mencakup enam kelurahan, yaitu Pancoran, Duren Tiga, Kalibata, Rawajati, Pengadegan, dan Cikoko.

PANCORAN TANGGUH

Tertib, Aman, Nyaman, Giat, Gesit, Unggul, dan Humanis.

Geografi

PROFIL WILAYAH

Geografi Kecamatan Pancoran

Kecamatan Pancoran merupakan bagian dari Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan karakter wilayah perkotaan yang strategis, dinamis, dan terhubung dengan berbagai pusat kegiatan pemerintahan, pelayanan, permukiman, perdagangan, serta jaringan transportasi.

KECAMATAN PANCORAN TANGGUH
8,53 km²Luas wilayah Kecamatan Pancoran
6Kelurahan dalam wilayah administrasi
26,2 mKetinggian historis di atas permukaan laut
JakselKota Administrasi Jakarta Selatan

Gambaran Umum Wilayah

Secara administratif Kecamatan Pancoran terdiri atas enam kelurahan, yaitu Kalibata, Rawajati, Duren Tiga, Pancoran, Pengadegan, dan Cikoko.

Posisinya berada di kawasan perkotaan Jakarta Selatan dengan akses yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pemerintahan, sosial, ekonomi, pelayanan publik, serta pengembangan wilayah.

Karakter wilayah Pancoran memadukan kawasan permukiman, perkantoran, perdagangan, fasilitas umum, serta koridor transportasi yang membuat wilayah ini memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi.

Wilayah Administratif

KECAMATAN PANCORAN
Kalibata Rawajati Duren Tiga Pancoran Pengadegan Cikoko

Batas Wilayah Kecamatan Pancoran

Kecamatan Tebet Koridor Jl. MT Haryono / Gatot Subroto
Jakarta Timur Kawasan yang berbatasan dengan Sungai Ciliwung
Kecamatan Pasar Minggu Wilayah selatan Kecamatan Pancoran
Kecamatan Mampang Prapatan Koridor Jl. Buncit Raya dan wilayah sekitarnya

Enam Kelurahan Kecamatan Pancoran

Kalibata

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Rawajati

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Duren Tiga

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Pancoran

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Pengadegan

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Cikoko

Kelurahan dalam wilayah administrasi Kecamatan Pancoran.

Pancoran TANGGUH — Tertib, Aman, Nyaman, Giat, Gesit, Unggul, dan Humanis. 

Demografi

PROFIL WILAYAH

Kecamatan Pancoran

Ringkasan data wilayah Kecamatan Pancoran

Luas Wilayah 848,39 km²
Jumlah Penduduk 171.151 Jiwa
Kepala Keluarga 57.367 KK
Rukun Tetangga 486 RT
Rukun Warga 45 RW
Data dihitung otomatis dari 6 kelurahan. Kelurahan dengan data lengkap: 6/6.

Batas-Batas Wilayah Kecamatan Pancoran

Batas Utara Kec. Tebet & Setiabudi
Batas Selatan Kec. Pasar Minggu
Batas Barat Kec. Mampang Prapatan
Batas Timur Kali Ciliwung (Jaktim)

Potensi Wilayah

POTENSI WILAYAH

Potensi Wilayah Kecamatan Pancoran

Kecamatan Pancoran memiliki potensi wilayah yang berkembang dari posisi strategis, konektivitas perkotaan, aktivitas ekonomi, permukiman, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta kekayaan sejarah dan identitas kawasan.

Lokasi Strategis Berada pada kawasan perkotaan Jakarta Selatan dengan akses ke berbagai pusat aktivitas.
Ekonomi & Jasa Potensi perdagangan, jasa, perkantoran, dan usaha masyarakat terus berkembang.
Masyarakat Aktif Potensi kolaborasi warga dan kelembagaan masyarakat menjadi kekuatan wilayah.
Pelayanan Publik Pengembangan pelayanan pemerintahan dan fasilitas publik menjadi potensi peningkatan kualitas wilayah.

Sektor Potensial Kecamatan Pancoran

STRATEGIS

Posisi & Konektivitas Wilayah

Posisi Pancoran mendukung keterhubungan dengan kawasan pusat kota, wilayah selatan, dan timur Jakarta. Akses jalan utama serta jaringan transportasi menjadi modal penting bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan aktivitas wilayah.

EKONOMI

Perdagangan, Jasa & Perkantoran

Aktivitas perdagangan, jasa, perkantoran, dan usaha skala lokal berpotensi terus berkembang seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kebutuhan layanan di kawasan perkotaan.

PERMUKIMAN

Kawasan Permukiman

Keberadaan kawasan permukiman dan perkampungan menjadi bagian penting dalam struktur wilayah. Potensi pengembangan diarahkan pada lingkungan yang tertata, nyaman, aman, dan berkelanjutan.

KOMUNITAS

Pemberdayaan Masyarakat

Potensi masyarakat, RT/RW, lembaga kemasyarakatan, komunitas, serta kegiatan sosial dapat dikembangkan melalui program kolaboratif yang mendorong partisipasi dan kemandirian warga.

PELAYANAN

Pemerintahan & Pelayanan Publik

Penguatan pelayanan yang mudah diakses, informatif, responsif, dan terintegrasi menjadi peluang penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola serta kepuasan masyarakat.

UMKM

UMKM & Ekonomi Lokal

Usaha masyarakat dan kegiatan ekonomi lokal dapat diperkuat melalui promosi, digitalisasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

SEJARAH

Sejarah, Budaya & Identitas Kawasan

Identitas Betawi, sejarah perkembangan wilayah, serta keberadaan Patung Dirgantara menjadi potensi penguatan karakter kawasan, edukasi sejarah, dan promosi identitas Pancoran.

LINGKUNGAN

Penataan Kawasan & Lingkungan

Penataan kawasan, kebersihan, pengelolaan lingkungan, dan ruang publik menjadi potensi penting dalam mewujudkan wilayah yang lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Arah Pengembangan Potensi Wilayah

  • Mendorong pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan responsif.
  • Memperkuat UMKM, ekonomi lokal, dan kegiatan usaha masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas penataan kawasan, kebersihan, dan lingkungan.
  • Mendorong kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.
  • Memperkuat identitas Pancoran melalui sejarah, budaya, dan karakter wilayah.
  • Memanfaatkan teknologi untuk informasi, pelayanan, dan komunikasi publik.

PANCORAN TANGGUH

Pengembangan potensi wilayah diarahkan untuk mendukung Pancoran yang Tertib, Aman, Nyaman, Giat, Gesit, Unggul, dan Humanis.

Konten ini disusun sebagai profil potensi wilayah dan dapat disesuaikan kembali dengan data sektoral resmi Kecamatan Pancoran.

Prestasi Kerja

No Keterangan Tahun
1 JUARA 1 LOMBA BULU TANGKIS TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA DAN JUARA 2 FUTSA TINGKAT KECAMATAN PANCORAN 2024

Inovasi

Inovasi Kecamatan Pancoran

Ruang pengembangan inovasi untuk mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

01
Mudah Diakses Pelayanan dirancang lebih sederhana dan mudah dijangkau masyarakat.
02
Responsif Mendorong pelayanan yang cepat, tepat, dan adaptif terhadap kebutuhan wilayah.
03
Kolaboratif Memperkuat kerja sama pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Bidang Inovasi

01
Pelayanan

Pelayanan Digital

Pengembangan layanan berbasis digital untuk mempermudah akses informasi, pengajuan layanan, dan komunikasi dengan masyarakat.

Lihat Inovasi
02
Lingkungan

Lingkungan & Kebersihan

Inovasi yang mendukung kawasan lebih bersih, tertata, nyaman, serta mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Lihat Inovasi
03
Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat

Program inovatif untuk memperkuat partisipasi warga, komunitas, lembaga kemasyarakatan, dan potensi lokal di wilayah Pancoran.

Lihat Inovasi
04
Kesehatan

Kesehatan & Stunting

Penguatan koordinasi dan edukasi masyarakat untuk mendukung peningkatan kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

Lihat Inovasi
05
Informasi

Informasi Publik

Penyajian informasi yang lebih terbuka, mudah dipahami, dan dapat diakses masyarakat melalui kanal informasi resmi.

Lihat Inovasi
06
Kolaborasi

Kolaborasi Wilayah

Sinergi antar unsur wilayah dalam mendukung penyelesaian masalah, peningkatan pelayanan, dan pengembangan kawasan.

Lihat Inovasi
Nama inovasi, deskripsi, kategori, warna, dan tautan tombol dapat disesuaikan dengan inovasi resmi yang dimiliki Kecamatan Pancoran.

Kependudukan

test