Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama dengan Polres Metro Jakarta Selatan dan Kodim 05/04 Jakarta Selatan, menggelar Apel Gelar Pasukan Tiga Pilar Dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam. Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapsiagaan personel, dan segala kelengkapannya dalam menghadapi bencana alam di musim hujan ini.
Dalam apel yang digelar di Lapangan Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/1) ini, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali didaulat menjadi pembina apel. Hadir juga Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, Dandim 05/04 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan, serta kepala SKPD/UKPD, lurah dan camat se-Jakarta Selatan.
Di sela-sela apel, wali kota didampingi Kapolres Metro dan Dandim Jakarta Selatan meninjau kesiapan personel beserta kelengkapannya seperti perahu karet, pelampung, dan kendaraan pendukung lain yang digunakan. "Hari ini kita bersama dengan Forkopimko tiga pilar dan seluruh komponen yang mewakili ASN di lingkup Kota Administrasi Jakarta Selatan tidak terkecuali dari kecamatan, kelurahan, sudin, suban, semuanya hadir pada kesempatan ini merepresentasikan kesiapsiagaan kita di musim hujan ini," ujar Marullah.
Menurut Marullah, dengan kesiapsiagaan ini semua pihak dapat menghadapi musim penghujan dengan baik. "Kemarin kita sudah lihat bagaimana kesiapsiagaan dan kesigapan temen-temen. Saya terima kasih pada saat awal tahun 2020 ini, di mana hujan cukup deras, intensitasnya cukup tinggi, dan semuanya dapat kita selesaikan dengan baik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Marullah menegaskan bahwa peralatan untuk menghadapi bencana alam yang ditampilkan di apel, hanya sebagian saja. Karena secara secara umum semua peralatan sudah siap di sejumlah titik di Jakarta Selatan. "Melalui apel ini sudah dapat dipastikan bahwa semua personel dan kelengkapan pendukung seperti perahu karet, perahu fiber, dan alat alat pendukung lainnya sudah siap. Semoga kesiapan ini bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk menghadapi musim penghujan," ucapnya.
Mengenai jumlah personel, Marullah tidak merinci dengan detail. Namun, ia memastikan bahwa seluruh ASN yang ada di Jakarta Selatan akan dilibatkan dalam penanggulangan bencana alam. "Kemudian kita juga libatkan seluruh RT, RW, FKDM, LMK, dan seluruh komponen masyarakat. Jadi sebanyak yang kita miliki angkanya sangat banyak sekali, kalo di tingkat kota puluhan ribu, kalo di tingkat provinsi sudah di atas ratusan ribu," ungkapnya.
Sementara Kombes Pol Bastoni memiliki komitmen yang sama dengan Wali Kota Jakarta Selatan, yaitu seluruh anggota Polres Metro Jakarta Selatan hingga tingkat polsek, semuanya akan turun untuk membantu warga baik evakuasi atau kebersihannya, bila bencana terjadi.
"Kita all out turun semua untuk menghadapi musim hujan, dan kita juga akan membantu warga korban banjir yang ingin menitipkan kendaraan atau barang berharga, Insyaallah kita jamin keamanannya," imbuhnya. Kolonel Arh Tony Aris Setyawan menambahkan, apel ini merupakan salah satu antisipasi terhadap dampak negatifnya. Untuk Kodim Jakarta Selatan telah menyiapkan 10 tim evakuasi, lengkap dengan perahu karet, pelampung, dan dengan personelnya.
"Seandainya ada masyarakat yang terkena banjir dengan air yang sangat tinggi dan memerlukan bantuan evakuasi, bisa langsung menghubungi tim evakuasi. Kita siap dengan 10 tim untuk melayani masyarakat di Jakarta Selatan," pungkasnya. Untuk diketahui kegiatan apel diikuti oleh 600 personel gabungan dari Pemkot Jaksel, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Kodim 05/04 Jakarta Selatan.
Dalam apel yang digelar di Lapangan Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/1) ini, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali didaulat menjadi pembina apel. Hadir juga Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, Dandim 05/04 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan, serta kepala SKPD/UKPD, lurah dan camat se-Jakarta Selatan.
Di sela-sela apel, wali kota didampingi Kapolres Metro dan Dandim Jakarta Selatan meninjau kesiapan personel beserta kelengkapannya seperti perahu karet, pelampung, dan kendaraan pendukung lain yang digunakan. "Hari ini kita bersama dengan Forkopimko tiga pilar dan seluruh komponen yang mewakili ASN di lingkup Kota Administrasi Jakarta Selatan tidak terkecuali dari kecamatan, kelurahan, sudin, suban, semuanya hadir pada kesempatan ini merepresentasikan kesiapsiagaan kita di musim hujan ini," ujar Marullah.
Menurut Marullah, dengan kesiapsiagaan ini semua pihak dapat menghadapi musim penghujan dengan baik. "Kemarin kita sudah lihat bagaimana kesiapsiagaan dan kesigapan temen-temen. Saya terima kasih pada saat awal tahun 2020 ini, di mana hujan cukup deras, intensitasnya cukup tinggi, dan semuanya dapat kita selesaikan dengan baik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Marullah menegaskan bahwa peralatan untuk menghadapi bencana alam yang ditampilkan di apel, hanya sebagian saja. Karena secara secara umum semua peralatan sudah siap di sejumlah titik di Jakarta Selatan. "Melalui apel ini sudah dapat dipastikan bahwa semua personel dan kelengkapan pendukung seperti perahu karet, perahu fiber, dan alat alat pendukung lainnya sudah siap. Semoga kesiapan ini bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk menghadapi musim penghujan," ucapnya.
Mengenai jumlah personel, Marullah tidak merinci dengan detail. Namun, ia memastikan bahwa seluruh ASN yang ada di Jakarta Selatan akan dilibatkan dalam penanggulangan bencana alam. "Kemudian kita juga libatkan seluruh RT, RW, FKDM, LMK, dan seluruh komponen masyarakat. Jadi sebanyak yang kita miliki angkanya sangat banyak sekali, kalo di tingkat kota puluhan ribu, kalo di tingkat provinsi sudah di atas ratusan ribu," ungkapnya.
Sementara Kombes Pol Bastoni memiliki komitmen yang sama dengan Wali Kota Jakarta Selatan, yaitu seluruh anggota Polres Metro Jakarta Selatan hingga tingkat polsek, semuanya akan turun untuk membantu warga baik evakuasi atau kebersihannya, bila bencana terjadi.
"Kita all out turun semua untuk menghadapi musim hujan, dan kita juga akan membantu warga korban banjir yang ingin menitipkan kendaraan atau barang berharga, Insyaallah kita jamin keamanannya," imbuhnya. Kolonel Arh Tony Aris Setyawan menambahkan, apel ini merupakan salah satu antisipasi terhadap dampak negatifnya. Untuk Kodim Jakarta Selatan telah menyiapkan 10 tim evakuasi, lengkap dengan perahu karet, pelampung, dan dengan personelnya.
"Seandainya ada masyarakat yang terkena banjir dengan air yang sangat tinggi dan memerlukan bantuan evakuasi, bisa langsung menghubungi tim evakuasi. Kita siap dengan 10 tim untuk melayani masyarakat di Jakarta Selatan," pungkasnya. Untuk diketahui kegiatan apel diikuti oleh 600 personel gabungan dari Pemkot Jaksel, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Kodim 05/04 Jakarta Selatan.