protokol-kesehatan-gedung-puslitbangdiklat-rri-ditinjau

Jakarta - Penerapan protokol kesehatan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) RRI, ditinjau oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), pada Selasa (14/7). Dalam keterangannya Isnawa menuturkan, peninjauan dilakukan karena pihak Puslitbangdiklat RRI berencana menggelar program diklat di gedung ini.

Sehingga, protokol kesehatan menjadi wajib apabila ada pembelajaran tatap muka yang dilakukan secara langsung. “Hari ini kami hadir di puslitbang diklat RRI. Tempat diklat nya seluruh sdm RRI se-Indonesia. Kebetulan dalam kondisi pandemi COVID-19 ini ada program diklat yang harus berjalan oleh RRI. Diklat ini tidak hanya pembelajaran jarak jauh tapi harus tetep tatap langsung dengan pesertanya," ujarnya.

Didampingi oleh Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono, serta jajaran terkait lainnya, Isnawa meninjau ketersediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta fasilitas yang ada di gedung seperti ruang tidur, ruang belajar, toilet, dan lain sebagainya. “Di sini sudah menyediakan tempat cuci tangan, serta hand sanitizer di titik-titik yang akan dilakukan kegiatan diklat. Mematuhi ketentuan seperti 50 persen dari kapasitas yang ada, juga physical distancing.

Protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas yang utama, sebagai mana yang sudah dilaksanakan oleh Puslitbangdiklat RRI," jelasnya. Isnawa juga mengucapkan terima kasih karena mereka betul-betul mempersiapkan protokol kesehatan dengan baik. "kita akan merespon ini dengan surat setelah kunjungan ini. Dan nanti dari puslitbang diklat dapat melakukan diklat ini sesuai protokol kesehatan yang sudah di tentukan oleh gugus tugas pusat dan daerah," tambahnya.

Kapuslitbangdiklat Adi Pramono menjelaskan, paling utama untuk protokol kesehatan yaitu face shield dan masker. Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan peserta untuk melakukan swab di daerah masing-masing. Sehingga, begitu masuk ke gedung mereka sudah bawa hasil swab. "Untuk peserta pendidik yang pertama sekitar 20 orang. Jadi nanti menyusul 20 orang lagi. Semua itu sesuai protokol yang ditetapkan oleh Gugus COVID.  Harus 50 persen," terangnya.

Adi juga menambahkan, pihaknya masih belum menentukan tanggal dan waktu pelaksanaan diklat tersebut. “Jadi sampai sekarang kita belum menetapkan tanggal dan waktunya. Hanya kita siapkan segala sesuatunya, persyaratan- persyaratannya dulu, jadi begitu terbuka sudah langsung jadi," tandasnya.

Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.