Jakarta - Penerapan protokol kesehatan SAE Indonesia, dinilai sangat ketat oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jakarta Selatan Isnawa Adji. Hal tersebut ia ungkapkan, usai melakukan pengecekan kesiapan SAE Indonesia, yang rencananya akan menggelar kegiatan praktik di kampus SAE Institut Jakarta, Jalan Pejaten Raya Nomor 31, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu.
Isnawa memastikan seluruh ruangan yang akan digunakan oleh mahasiswa menerapkan protokol Covid-19 dengan baik. Ia pun memberikan catatan penting agar setiap mahasiswa mematuhi peraturan yang ditetapkan. "Saya merespon surat dari SAE Indonesia kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jakarta Selatan. Kita beserta tim melihat bagaimana kesiapan SAE dalam penerapan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19," jelasnya, Rabu (15/7).
Isnawa juga mengatakan, kampus SAE sudah berjalan beberapa tahun ini ke belakang dan melahirkan banyak lulusan baik itu di audio, film, musik. "Dalam kondisi saat ini apakah memungkinkan nantinya memulai kegiatan belajar tetapi dengan standar protokol kesehatan yang harus ditetapkan. Tapi protokol kesehatan yang dilakukan di SAE Indonesia sudah sangat ketat," tambahnya. Sementara itu Ketua Yayasan Next Akademi Ningsih Soedarmadji mengatakan, nantinya tidak semua mahasiswa akan menggunakan fasilitas kampus.
Hanya mereka yang akan menyelesaikan project akhir dan diperbolehkan menggunakan fasilitas. "Ada beberapa program memang seperti audiogenering, ketika anak membutuhkan praktik console, menyelesaikan hasil karya sebelum selesai kuliahnya, mereka diizinkan memakai studio untuk satu anak," ungkapnya. Ningsih juga mengatakan pihaknya melihat pembelajaran di SAE lebih banyak praktik. Sehingga mereka harus membuat bagaimana mungkin tidak terlalu banyak interaksi antar sesama.
"Satu live room untuk satu musisi. Kegiatan belajar mengajar tetap online, semua materi dengan guru dilakukan secara online. Namun untuk hasil karya terakhir mereka harus datang kekampus dan menggunakan fasilitas disini," katanya. Nantinya pihak kampus akan membagi waktu belajar dalam dua sesi. Seperti sesi pagi san sore yang masing-masing mneghabiskan waktu 3-4 jam dalam penggunaan fasilitasnya. "Waktunya di bagi - bagi. Sesi pagi dan sore. Di sesi pagi bisa digunakan 3-4 jam setelah itu dia keluar kita semprot disinfektan dulu sebelum sesi berikutnya masuk," imbuhnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Isnawa memastikan seluruh ruangan yang akan digunakan oleh mahasiswa menerapkan protokol Covid-19 dengan baik. Ia pun memberikan catatan penting agar setiap mahasiswa mematuhi peraturan yang ditetapkan. "Saya merespon surat dari SAE Indonesia kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jakarta Selatan. Kita beserta tim melihat bagaimana kesiapan SAE dalam penerapan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19," jelasnya, Rabu (15/7).
Isnawa juga mengatakan, kampus SAE sudah berjalan beberapa tahun ini ke belakang dan melahirkan banyak lulusan baik itu di audio, film, musik. "Dalam kondisi saat ini apakah memungkinkan nantinya memulai kegiatan belajar tetapi dengan standar protokol kesehatan yang harus ditetapkan. Tapi protokol kesehatan yang dilakukan di SAE Indonesia sudah sangat ketat," tambahnya. Sementara itu Ketua Yayasan Next Akademi Ningsih Soedarmadji mengatakan, nantinya tidak semua mahasiswa akan menggunakan fasilitas kampus.
Hanya mereka yang akan menyelesaikan project akhir dan diperbolehkan menggunakan fasilitas. "Ada beberapa program memang seperti audiogenering, ketika anak membutuhkan praktik console, menyelesaikan hasil karya sebelum selesai kuliahnya, mereka diizinkan memakai studio untuk satu anak," ungkapnya. Ningsih juga mengatakan pihaknya melihat pembelajaran di SAE lebih banyak praktik. Sehingga mereka harus membuat bagaimana mungkin tidak terlalu banyak interaksi antar sesama.
"Satu live room untuk satu musisi. Kegiatan belajar mengajar tetap online, semua materi dengan guru dilakukan secara online. Namun untuk hasil karya terakhir mereka harus datang kekampus dan menggunakan fasilitas disini," katanya. Nantinya pihak kampus akan membagi waktu belajar dalam dua sesi. Seperti sesi pagi san sore yang masing-masing mneghabiskan waktu 3-4 jam dalam penggunaan fasilitasnya. "Waktunya di bagi - bagi. Sesi pagi dan sore. Di sesi pagi bisa digunakan 3-4 jam setelah itu dia keluar kita semprot disinfektan dulu sebelum sesi berikutnya masuk," imbuhnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.