Jakarta - Para Gugus Tugas RW di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, mempresentasikan inovasi dalam menangani COVID-19. Hal tersebut dilakukan saat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar e-meeting bersama dengan gugus tugas RW se-Jakarta Selatan, Selasa, (19/5). Dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali dari ruang rapatnya, selain presentasi inovasi, para RW juga ada memaparkan mengenai Program Kampung Aman, dan Kampung Merdeka dari COVID-19.
Dalam kesempatan ini, Marullah mengingatkan kepada seluruh RW agar tetap menerapkan dan mematuhi Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) sekalipun itu berada di wilayah zona hijau. "Alhamdulillah Jakarta Selatan guyub sekali, pak gubernur (Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan), memberikan arahan agar meneruskan forum dengan RW, artinya apa yang kita lakukan membuahkan hasil dengan baik," ucapnya.
Perwakilan RW 04 Cikoko, Kecamatan Pancoran, Agus Syukur mengatakan, Gugus Tugas RW 04 Cikoko sejak Maret 2020 telah melakukan sosialisasi penanganan virus COVID-19, meskipun di wilayahnya merupakan zona hijau atau tidak ada kasus COVID-19 di wilayah Kecamatan Pancoran. "Sejak 14 April 2020 lalu kita sudah mulai sosialisasi penanganan dan pencegahan virus COVID-19 mulai dari pemasangan spanduk, sterisasi fasos/fasum, pembagian masker, penyemptotan disinfektan hingga menyediakan tempat cuci tangan," ujarnya.
Ketua RW 01 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa Naseh mengatakan, dalam gugus tugas RW, pihaknya telah menerima dan menyalurkan bantuan yang berasal dari berbagai pihak. Baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, lembaga kementerian/non kementerian, hingga para CSR. "Terkumpul sebanyak 4.344 bantuan dan telah kita bagikan untuk 1.641 Kartu Keluarga, dan 520 penghuni kontrakan yang diberikan pada bulan April hingga Mei 2020," tuturnya.
Meeting Gugus Tugas RW ini juga diikuti oleh Ketua MUI Jakarta Selatan Nawawi Hakam. Pada kesempatan itu, MUI Jakarta Selatan mengajak seluruh warga Jakarta Selatan agar dapat meningkatkan amal ibadah di bulan puasa mesti tidak dilakukan di rumah-rumah ibadah atau masjid. Terlebih, bulan suci ramadhan akan berakhir dalam hitungan hari. "Saya juga mengajak dan mengimbau para warga Jaksel untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan
Dalam kesempatan ini, Marullah mengingatkan kepada seluruh RW agar tetap menerapkan dan mematuhi Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) sekalipun itu berada di wilayah zona hijau. "Alhamdulillah Jakarta Selatan guyub sekali, pak gubernur (Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan), memberikan arahan agar meneruskan forum dengan RW, artinya apa yang kita lakukan membuahkan hasil dengan baik," ucapnya.
Perwakilan RW 04 Cikoko, Kecamatan Pancoran, Agus Syukur mengatakan, Gugus Tugas RW 04 Cikoko sejak Maret 2020 telah melakukan sosialisasi penanganan virus COVID-19, meskipun di wilayahnya merupakan zona hijau atau tidak ada kasus COVID-19 di wilayah Kecamatan Pancoran. "Sejak 14 April 2020 lalu kita sudah mulai sosialisasi penanganan dan pencegahan virus COVID-19 mulai dari pemasangan spanduk, sterisasi fasos/fasum, pembagian masker, penyemptotan disinfektan hingga menyediakan tempat cuci tangan," ujarnya.
Ketua RW 01 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa Naseh mengatakan, dalam gugus tugas RW, pihaknya telah menerima dan menyalurkan bantuan yang berasal dari berbagai pihak. Baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, lembaga kementerian/non kementerian, hingga para CSR. "Terkumpul sebanyak 4.344 bantuan dan telah kita bagikan untuk 1.641 Kartu Keluarga, dan 520 penghuni kontrakan yang diberikan pada bulan April hingga Mei 2020," tuturnya.
Meeting Gugus Tugas RW ini juga diikuti oleh Ketua MUI Jakarta Selatan Nawawi Hakam. Pada kesempatan itu, MUI Jakarta Selatan mengajak seluruh warga Jakarta Selatan agar dapat meningkatkan amal ibadah di bulan puasa mesti tidak dilakukan di rumah-rumah ibadah atau masjid. Terlebih, bulan suci ramadhan akan berakhir dalam hitungan hari. "Saya juga mengajak dan mengimbau para warga Jaksel untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan