Jakarta - Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, para petugas di lima lokasi Kawasan Khusus Pesepeda (KKP) yang ada di Jakarta Selatan (Jaksel), mampu untuk mengendalikan konsentrasi massa. Mereka m menghalau setiap pesepeda yang tidak sesuai peraturan.
"Laporan saya ke gubernur (Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan), bahwa lima lokasi bisa mengendalikan konsentrasi massa dan antusiasme warga. Meskipun disana-sini harus ada perhatian, makanya hari ini kita turunkan petugas. Ada ratusan, kita turunkan semua petugas di lingkup Jakarta Selatan," ujarnya saat monitoring Kawasan Khusus Pesepeda di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).
Marullah menerangkan kegiatan tersebut merupakan respon pemerintah dari HBKB yang dilaksanakan di Jalan Sudirman Thamrin pada dua minggu yang lalu. "Antusiasme warga sulit dikendalikan. Sehingga jarak antar warga hampir tidak berjarak saking banyaknya. Kemudian Pak Gubernur memecah konsentrasi dan membagi 32 lokasi di Jakarta," katanya dilokasi.
Marullah menyebut, selain di JLNT Antasari, lokasi lainnya di Jaksel antara lain Jalan Iskandar Muda (Kebayoran Lama), Jalan Kesehatan Raya (Pesanggrahan), Jalan Tebet Barat (Tebet), dan Jalan Cipete Raya (Cilandak). Dirinya menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, setiap lokasi juga disediakan satu ambulance. "Seperti biasanya larangan tetap sama, pedagang tidak dibolehkan, anak di bawah 9 tahun tidak boleh, orang yang tidak jaga jarak dan tidak pakai masker serta ibu hamil," imbuhnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.