gugus-tugas-rw-diminta-ciptakan-terobosan-cegah-covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberikan arahan tentang Implementasi Kampung Siaga COVID-19, kepada 2.718 gugus tugas RW di DKI Jakarta melalui video conference, Kamis (23/4). Dalam arahannya Anies meminta kepada seluruh gugus tugas tingkat RW di DKI Jakarta, agar berlomba menciptakan terobosan mencegah penyebaran COVID-19.

"Situasi yang dihadapi Jakarta, ini situasi yang mengkhawatirkan. Karena itu saya ajak semuanya untuk melakukan semua langkah pencegahan, di wilayah masing-masing, untuk memastikan kita bisa mengendalikan COVID," ujar Anies. Menurut Anies, gugus tugas COVID-19 di RW seperti perang bergerilya. Dirinya meminta untuk menggunakan semua akal, kecerdikan, terobosan dan pengalaman untuk membuat terobosan pencegahan penularan.

"Intinya bapak ibu sekalian membuat kampung bebas COVID, yang sudah berhasil bisa mendeklarasikan bebas COVID," ungkapnya. Anies menerangkan, pencegahan menjadi tanggung jawab semua, agar penyebaran Covid-19 tidak terus meluas, dan mengalir.  Pasalnya, dari data yang ada, pergerakan kasus positif COVID-19 di Jakarta begitu signifikan. 

Pada 8 Maret 2020 tercatat delapan orang positif, kemudian di 15 Maret 2020 menjadi 95 orang positif. Jumlah tersebut meningkat beberapa kali lipat pada 22 Maret 2020, yang angkanya mencapai 319 orang positif. Peningkatan terus terjadi, hingga 5 April 2020 mencapai 1.143 positif Covid-19, 12 April 2020 menjadi 2.082 positif, dan kemudian bertambah menjadi 3.033 kasus positif pada 19 April 2020. Selama itu juga, sudah ada 292 orang meninggal dunia akibat terjangkit COVID-19.

"Angka ini jangan sampai terus, angka ini tidak boleh bertambah, jangan menganggap angka ini sebagai laporan statistik. Kalau kehilangan pekerjaan kita tahu mengembalikan, kalau kehilangan nyawa kita belum tahu rumusnya," kata Anies. Sementara, Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono yang juga memberikan arahan, berharap di tingkat RW betul-betul ketat dalam menjaga interaksi warganya. Karena masih banyak anak-anak muda nongkrong-nongkrong. "Kami berharap RT RW meyakinkan betul warganya untuk mentaati PSBB di lingkungan masing-masing, demi mencegah penyebaran virus ini," ucapnya.

Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan