Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah perbatasan antara Jakarta dengan Tangerang, Minggu (13/4).
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono, dan Dandim 0504/JS Kolonel Arh Tony Aris Setyawan turun langsung bersama dengan para petugas lainnya, melakukan pengecekan terhadap pengendara yang lewat apakah telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan atau tidak.
"Sekarang kondisi lalin sudah relatif sepi. Masyarakat sadar akan kondisi ini, mudah-mudahan PSBB yang 14 hari ini bisa menjauhkan kita dari COVId-19," ujar Marullah saat ditemui di cek poin Kampus Budi Luhur, Minggu (12/4). Marullah menegaskan, sudah ada warga yang ditolak masuk Jakarta karena tidak memenuhi peraturan yang sedang berlaku. "Di beberapa cek poin, ada warga yang tidak taat, itu tidak bisa masuk ke Jakarta. Penggunaan masker, sosial distancing, itu yang paling penting," katanya.
Marullah juga menjelaskan, jajarannya terus memberikan imbauan agar seriap warga menjalankan skema jaga jarak dengan baik. "Tahapan ke depan akan memberikan tindakan tegas. Yang dilanggar paling banyak itu, tidak menggunakan masker, sosial distancing, ada di beberapa tempat yang tidak mengindahan itu," pungkasnya. Diketahui, Jakarta Selatan memiliki tiga cek point untuk menghalau warga yang tidak memenuhi syarat. Tiga lokasi itu berada di Jalan Ciledug Raya, Pasar Jumat, dan flyover Universitas Indonesia.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono, dan Dandim 0504/JS Kolonel Arh Tony Aris Setyawan turun langsung bersama dengan para petugas lainnya, melakukan pengecekan terhadap pengendara yang lewat apakah telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan atau tidak.
"Sekarang kondisi lalin sudah relatif sepi. Masyarakat sadar akan kondisi ini, mudah-mudahan PSBB yang 14 hari ini bisa menjauhkan kita dari COVId-19," ujar Marullah saat ditemui di cek poin Kampus Budi Luhur, Minggu (12/4). Marullah menegaskan, sudah ada warga yang ditolak masuk Jakarta karena tidak memenuhi peraturan yang sedang berlaku. "Di beberapa cek poin, ada warga yang tidak taat, itu tidak bisa masuk ke Jakarta. Penggunaan masker, sosial distancing, itu yang paling penting," katanya.
Marullah juga menjelaskan, jajarannya terus memberikan imbauan agar seriap warga menjalankan skema jaga jarak dengan baik. "Tahapan ke depan akan memberikan tindakan tegas. Yang dilanggar paling banyak itu, tidak menggunakan masker, sosial distancing, ada di beberapa tempat yang tidak mengindahan itu," pungkasnya. Diketahui, Jakarta Selatan memiliki tiga cek point untuk menghalau warga yang tidak memenuhi syarat. Tiga lokasi itu berada di Jalan Ciledug Raya, Pasar Jumat, dan flyover Universitas Indonesia.