Jakarta - Empat pemudik asal Tegal yang datang ke Jakarta tepatnya Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, melakukan karantina mandiri lantaran tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk(SIKM). Diketahui, keempat orang tersebut berprofesi sebagai tukang nasi goreng.
Lurah Lenteng Agung Bayu Pasca Soengkono menjelaskan, keempat orang itu mudik ke tempat asalnya dan kembali lagi ke Jakarta menggunakan sepeda motor. "Konfirmasinya naik motor. Kan tahu sendiri jalur tikusnya banyak. Jadi sebelum lebaran saya minta RT RW mencatat warganya yang sudah mudik dan akan mudik.
Saat balik ke Jakarta dia mengantongi SIKM apa enggak. Nah orang ini, begitu sampai rumah kita tanya. Ternyata dia gak punya SIKM. Nah kita sarankan untuk karantina mandiri, "jelas Bayu, Kamis (28/5). Namun karena keempat pemudik tersebut kesulitan ekonomi, pihak kelurahan, RT dan RW membantu untuk membiayai makan sehari-hari selama masa karantina.
"Karena dia orang tidak mampu, boro-boro tes rapid apalagi swab. Ke Jakarta aja modal uang Rp 500 ribu. Saya bicara sama pengurus RT, RW dan pengurus kontrakan, sudahlah kami bantu untuk makan sehari-harinya. Ya udah tukang nasi goreng, terus ngontrak. Kan sesuai arahan pak wali, RT RW Kelurahan itu benteng terakhir, " beber Bayu.
Bayu menambahkan, kontrakan yang dihuni pemudik juga dipasangi stiker. "Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk imbauan ke warga sekitar jika mereka sedang di karantina mandiri 14 hari," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.