Jakarta - Dua lokasi di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) yakni Rumah Sakit Siloam Mampang dan Posko Nasional PMI Pengendalian Pandemi COVID-19, dicek kesiapannya oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, dalam rangka penekanan angka wabah COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta khususnya Jakarta Selatan. Di rumah sakit yang dikerjakan dalam waktu singkat, Isnawa mengaku terkejut dengan cepatnya proses pengerjaan. Rumah sakit itu dibangun dalam waktu dua minggu dan tengah masuk tahap finishing.
"Sebelumnya ada residance disini yang dioptimalkan menjadi rumah sakit rujukan yaitu RS Siloam Mampang. Ada 180an kasur yang disiapkan. Tapi ke depan bisa di optimalkan di angka 300. Kita harapkan bisa menampung pasien COVID-19 di angka 180 saja dan tidak ingin kasus ini bertambah di Jakarta Selatan, "ujar Isnawa didampingi Camat Pancoran Rizky Adhari, Jumat (3/4).
Isnawa menambahkan, dengan adanya RS tersebut diharap bisa membantu rumah sakit rujukan dalam menangani pasien COVID-19. "Setidaknya kita selain punya RSUD Pasar Minggu sudah ada RS Siloam Mampang yang membantu warga Jaksel dalam penanganan COVID-19," katanya. Sementara itu Hospital Director RS Siloam Hospitals Mampang Drg Goei Sian Tjoe menjelaskan, pihaknya akan mengoperasikan RS jika semua peralatan sudah selesai disiapkan.
"Kita sedang persiapkan. Untuk APD sudah oke. Kita punya inventory sebanyak 200an. Tapi untuk alat penunjangnya, kaya tadi CT Scan kita lagi kalibrasi, kita masih mempersiapkan yang lain-lain. Tadi exhaust fan, terus negative pressure sedang dipersiapkan. Selagi semuanya belum siap saya gak akan operasikan terlebih dahulu," imbuhnya. Di lokasi yang kedua, Isnawa mengecek sejumlah peralatan seperti data penyebaran COVID-19 se-Indonesia, gudang disinfektan, pembuatan cairan disinfektan, gudang hand sanitizer, mess pegawai, gudang kompresor, gudang ransum dan kesiapan mobil operasional.
"Sebelumnya ada residance disini yang dioptimalkan menjadi rumah sakit rujukan yaitu RS Siloam Mampang. Ada 180an kasur yang disiapkan. Tapi ke depan bisa di optimalkan di angka 300. Kita harapkan bisa menampung pasien COVID-19 di angka 180 saja dan tidak ingin kasus ini bertambah di Jakarta Selatan, "ujar Isnawa didampingi Camat Pancoran Rizky Adhari, Jumat (3/4).
Isnawa menambahkan, dengan adanya RS tersebut diharap bisa membantu rumah sakit rujukan dalam menangani pasien COVID-19. "Setidaknya kita selain punya RSUD Pasar Minggu sudah ada RS Siloam Mampang yang membantu warga Jaksel dalam penanganan COVID-19," katanya. Sementara itu Hospital Director RS Siloam Hospitals Mampang Drg Goei Sian Tjoe menjelaskan, pihaknya akan mengoperasikan RS jika semua peralatan sudah selesai disiapkan.
"Kita sedang persiapkan. Untuk APD sudah oke. Kita punya inventory sebanyak 200an. Tapi untuk alat penunjangnya, kaya tadi CT Scan kita lagi kalibrasi, kita masih mempersiapkan yang lain-lain. Tadi exhaust fan, terus negative pressure sedang dipersiapkan. Selagi semuanya belum siap saya gak akan operasikan terlebih dahulu," imbuhnya. Di lokasi yang kedua, Isnawa mengecek sejumlah peralatan seperti data penyebaran COVID-19 se-Indonesia, gudang disinfektan, pembuatan cairan disinfektan, gudang hand sanitizer, mess pegawai, gudang kompresor, gudang ransum dan kesiapan mobil operasional.