Jakarta Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) memaparkan hasil capaian kinerja penanganan stunting dalam Penilaian Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025, di Ruang Gelatik Utama Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (27/5).
Wakil Walikota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, dalam penilaian hari ini semua yang hadir termasuk camat, lurah, Sudin terkait dan Mitra Kerja CSR, memaparkan hasil capaiannya dengan baik sesuai aksi yang sudah dijalankan.
"Dalam paparannya kami sajikan kepada tim penilai dari Provinsi (DKI Jakarta) data yang benar dan valid sesuai pelaksanaannya selama ini," katanya.
Ia menyampaikan, adapun ke delapan aksi yang dipaparkan antara lain yakni mengenai analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, regulasi pelaksanaan aksi pencegahan stunting, pembinaan pelaku, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi, dokumentasi kegiatan dan keberhasilan program yang sudah dijalankan Pemerintah Jakarta Selatan dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di tahun 2023, prevalensi stunting di Jakarta Selatan masih di bawah angka prevalensi Provinsi DKI Jakarta dan merupakan yang terendah dibandingkan lima kota/kabupaten lainnya di Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 16,6 persen.
Kemudian berdasarkan informasi terbaru dari hasil SSGI Tahun 2024, Jakarta Selatan prevalensinya turun menjadi 14,9 persen dan masih tetap yang terendah dibanding wilayah yang lainnya, termasuk persentase balita underweight dan wasting juga turun dari tahun sebelumnya.
“Dan berdasarkan data hasil Grebek Stunting tahun 2024, faktor determinan penyebab kejadian stunting di Jakarta Selatan yang paling tinggi persentasenya adalah dikarenakan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga tidak baik 90 persen, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga tidak baik 89 persen, Kebiasaan Merokok keluarga yang tinggi 76 persen dan Asupan Gizi tidak Seimbang sebesar 62 persen,” terangnya.
Ia berharap, penilaian kinerja ini ke depannya dapat menjadi ukuran Pemerintah Jakarta Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan terutama dalam hal penanganan kasus stunting.
"Insya Allah dalam penanganan stunting ini kita dapat menggerakkan hati dan pikiran masyarakat untuk secara bersama-sama bergotong-royong, berinovasi dalam penanganan kasus stunting untuk menuju Jakarta Selatan Zero Stunting," tuturnya.