Jakarta - Sebanyak 10 kelurahan di Jakarta Selatan akan menjadi pilot project dalam program pembuatan sumur resapan. Salah satu upaya mengurangi limpasan air hujan itu akan digalakan secara bertahap. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Mukhlisin menjelaskan, 10 Kelurahan adalah Cipedak, Cipete Utara, Karet Semanggi, Mampang Prapatan, Pondok Labu, Cilandak Barat, Jati Padang, Lebak Bulus, Pesanggrahan, dan Srengseng Sawah.
"Ini merupakan upaya kita agar air hujan tidak langsung mengalir ke saluran. Debit air akan ditampung sementara dan meresap ke area yang sudah ditentukan," ujarnya, Selasa (7/7). Nantinya, terang Mukhlisin, setiap kelurahan akan memberikan lokasi mana saja yang akan dibuat sumur resapan. Terlebih Jakarta Selatan merupakan percontohan bagi program yang digalakan di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Setiap kelurahan memberikan lokasi ke SDA (Sumber Daya Air), di mana yang pantas dan laik dibuat sumur resapan. Karena Selatan itu percontohan, dan akan ditiru oleh wilayah lain," jelasnya. Secara teknis, Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan Mustajab menuturkan, konsep yang dikenal zero ramp off mampu mengatasi genangan air di banyak tempat. "Air hujan, dari atap tidak melimpas ke permukaan langsung tapi masuk ke sumur. Kita akan buat sumur dengan diameter 80-100 cm. Aturan yang ditetapkan Dinas PE (Perindustrian dan Energi) 3-4 meter ke dalamannya. Kalau tanahnya dalam, bisa diperdalam lagi, 5-7 meter," jelas Mustajab.
Mustajab juga memaparkan manfaat sumur resapan seperti mengurangi resiko banjir dan genangan. Menyerapkan air hujan. Sebagai penampung agar tidak mengenangi saluran. Mencegah kekeringan. "Saya minta ke bapak ibu lurah agar memberi contoh ke warga, minimal konsep zero ramp off. Ini loh air hujan disini gak langsung melimpas ke permukaan," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan
"Ini merupakan upaya kita agar air hujan tidak langsung mengalir ke saluran. Debit air akan ditampung sementara dan meresap ke area yang sudah ditentukan," ujarnya, Selasa (7/7). Nantinya, terang Mukhlisin, setiap kelurahan akan memberikan lokasi mana saja yang akan dibuat sumur resapan. Terlebih Jakarta Selatan merupakan percontohan bagi program yang digalakan di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Setiap kelurahan memberikan lokasi ke SDA (Sumber Daya Air), di mana yang pantas dan laik dibuat sumur resapan. Karena Selatan itu percontohan, dan akan ditiru oleh wilayah lain," jelasnya. Secara teknis, Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan Mustajab menuturkan, konsep yang dikenal zero ramp off mampu mengatasi genangan air di banyak tempat. "Air hujan, dari atap tidak melimpas ke permukaan langsung tapi masuk ke sumur. Kita akan buat sumur dengan diameter 80-100 cm. Aturan yang ditetapkan Dinas PE (Perindustrian dan Energi) 3-4 meter ke dalamannya. Kalau tanahnya dalam, bisa diperdalam lagi, 5-7 meter," jelas Mustajab.
Mustajab juga memaparkan manfaat sumur resapan seperti mengurangi resiko banjir dan genangan. Menyerapkan air hujan. Sebagai penampung agar tidak mengenangi saluran. Mencegah kekeringan. "Saya minta ke bapak ibu lurah agar memberi contoh ke warga, minimal konsep zero ramp off. Ini loh air hujan disini gak langsung melimpas ke permukaan," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan