Warga Kelurahan Guntur yang terdiri dari RT, RW, LMK, FKDM, pengelola gedung, pengelola hotel, dan pengelola kos-kosan, terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran di Taman Tangkuban Perahu, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (19/9). Lurah Guntur Muhamad Arafat Dinsirat mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu komitmennya terhadap warga di sekitar Kelurahan Guntur untuk mengaplikasikan Instruksi Gubernur Nomor 65 Tahun 2019 tentang kegiatan cegah kebakaran di lingkungan masyarakat.
"Kita berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran sektor 7 Kecamatan Setiabudi untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktek langsung yang diikuti oleh warga. Kami berharap, setelah sosialisasi ini masyarakat di Kelurahan Guntur khususnya bisa mencegah kebakaran dan memahami cara penanggulangannya," ujar Arafat. Koordinator Damkar Sektor 7 Kecamatan Setiabudi Sarono menambahkan, sosialisasi pencegahan kebakaran tersebut diberikan kepada warga untuk dapat memahami penyebab terjadinya kebakaran serta mengetahui cara penanggulangannya.
"Pemicu kebakaran dapat berasal dari konsleting listrik, maupun kebocoran tabung gas LPG. Kami harap setelah sosialisasi ini masyarakat semakin peduli dan sadar untuk memahami pencegahan kebakaran untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain," imbuhnya.
Salah satu warga RW 02 Kelurahan Guntur Indra mengungkapkan, dirinya sangat senang dapat mengikuti kegiatan sosialisasi penanggulangan kebakaran tersebut. "Memang harus digalakkan agar warga dapat dengan baik memahami cara penanggulangan kebakaran apabila memang terjadi suatu saat. Musibah itu datangnya bisa kapan saja. Jadi kita juga harus siap sedia apabila hal yang tidak diinginkan itu menimpa," tandasnya.
"Kita berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran sektor 7 Kecamatan Setiabudi untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktek langsung yang diikuti oleh warga. Kami berharap, setelah sosialisasi ini masyarakat di Kelurahan Guntur khususnya bisa mencegah kebakaran dan memahami cara penanggulangannya," ujar Arafat. Koordinator Damkar Sektor 7 Kecamatan Setiabudi Sarono menambahkan, sosialisasi pencegahan kebakaran tersebut diberikan kepada warga untuk dapat memahami penyebab terjadinya kebakaran serta mengetahui cara penanggulangannya.
"Pemicu kebakaran dapat berasal dari konsleting listrik, maupun kebocoran tabung gas LPG. Kami harap setelah sosialisasi ini masyarakat semakin peduli dan sadar untuk memahami pencegahan kebakaran untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain," imbuhnya.
Salah satu warga RW 02 Kelurahan Guntur Indra mengungkapkan, dirinya sangat senang dapat mengikuti kegiatan sosialisasi penanggulangan kebakaran tersebut. "Memang harus digalakkan agar warga dapat dengan baik memahami cara penanggulangan kebakaran apabila memang terjadi suatu saat. Musibah itu datangnya bisa kapan saja. Jadi kita juga harus siap sedia apabila hal yang tidak diinginkan itu menimpa," tandasnya.