Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, mengingatkan seluruh komponen agar dapat lebih memperhatikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), terutama selama Bulan Ramadan.
Hal tersebut Marullah sampaikan saat menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama dan Salat Magrib dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Polsek dan Koramil Jagakarsa, serta masyarakat, di Masjid Al Murtadho, Jalan Nangka Selatan, RT 008/ RW 05, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (17/5).
"Para camat, lurah dan semua stafnya untuk patroli. Kami juga minta dukungan dari para tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Jaga keamanan dan ketertiban, agar dapat menjalankan ibadah lebih baik," ucapnya. Marullah menuturkan kepada masyarakat agar jangan percaya isu bohong. Paling penting harus cinta tanah air, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Jangan sampai diadu domba, jangan sampai pecah. Pokoknya kami minta masyarakat semuanya bisa menjaga keamanan, ketertiban, kekompakan, dan silaturahmi," tegasnya.
Sementara Camat Jagakarsa Mundari menyampaikan, pihaknya telah melakukan antisipasi adanya gangguan kamtibmas, dengan melakukan patroli secara intensif. "Jalur kita sangat rawan, pertama trek-trekan, kedua ada titik yang rawan tawuran. Tapi ini semua bisa diantisipasi oleh warga masyarakat," terangnya. Kemudian mengenai penanganan, lanjut Mundari, setiap malam tiga pilar yaitu TNI, Polri dan pemerintah, dibantu masyarakat selalu melakukan patroli pada waktu-waktu rawan.
"Jam rawannya itu setelah tarawih dan menjelang sahur. Kemudian untuk daerah rawan seperti di Jalan Raya Lenteng Agung, Jalan Ranco yang berbatasan dengan Jakarta Timur , wilayah Srengseng Sawah dan beberapa titik lainnya, dan itu semua sudah disekat atau dijaga," tuturnya.
Dengan adanya kegiatan patroli yang intensif itu, Mundari berharap, semua masyarakat bisa beribadah dengan nyaman, dan kondisi di lingkungan pun selalu kondusif. Ia juga berpesan kepada para pemuda, agar tidak berkumpul-kumpul di jalan pada tengah malam, karena dikhawatirkan akan memancing keributan dengan kelompok lain yang melintas. "Kalau tidak penting banget, mending pemuda ke masjid Tadarusan, dari pada nongkrong malam-malam dan akhirnya memancing (keributan)," tambahnya.
Hal tersebut Marullah sampaikan saat menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama dan Salat Magrib dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Polsek dan Koramil Jagakarsa, serta masyarakat, di Masjid Al Murtadho, Jalan Nangka Selatan, RT 008/ RW 05, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jumat (17/5).
"Para camat, lurah dan semua stafnya untuk patroli. Kami juga minta dukungan dari para tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Jaga keamanan dan ketertiban, agar dapat menjalankan ibadah lebih baik," ucapnya. Marullah menuturkan kepada masyarakat agar jangan percaya isu bohong. Paling penting harus cinta tanah air, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Jangan sampai diadu domba, jangan sampai pecah. Pokoknya kami minta masyarakat semuanya bisa menjaga keamanan, ketertiban, kekompakan, dan silaturahmi," tegasnya.
Sementara Camat Jagakarsa Mundari menyampaikan, pihaknya telah melakukan antisipasi adanya gangguan kamtibmas, dengan melakukan patroli secara intensif. "Jalur kita sangat rawan, pertama trek-trekan, kedua ada titik yang rawan tawuran. Tapi ini semua bisa diantisipasi oleh warga masyarakat," terangnya. Kemudian mengenai penanganan, lanjut Mundari, setiap malam tiga pilar yaitu TNI, Polri dan pemerintah, dibantu masyarakat selalu melakukan patroli pada waktu-waktu rawan.
"Jam rawannya itu setelah tarawih dan menjelang sahur. Kemudian untuk daerah rawan seperti di Jalan Raya Lenteng Agung, Jalan Ranco yang berbatasan dengan Jakarta Timur , wilayah Srengseng Sawah dan beberapa titik lainnya, dan itu semua sudah disekat atau dijaga," tuturnya.
Dengan adanya kegiatan patroli yang intensif itu, Mundari berharap, semua masyarakat bisa beribadah dengan nyaman, dan kondisi di lingkungan pun selalu kondusif. Ia juga berpesan kepada para pemuda, agar tidak berkumpul-kumpul di jalan pada tengah malam, karena dikhawatirkan akan memancing keributan dengan kelompok lain yang melintas. "Kalau tidak penting banget, mending pemuda ke masjid Tadarusan, dari pada nongkrong malam-malam dan akhirnya memancing (keributan)," tambahnya.