Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, melakukan peninjauan ke lokasi tanggul Kali Pulo yang jebol di RT 004/RW 06 Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/1).
Tanggul tersebut jebol lantaran tidak kuat menampung daya air dari Kali Pulo pada saat air hujan deras pada Minggu (13/1). Akibatnya, puluhan rumah di tiga RT di RW 06 terendam genangan dengan ketinggian bervariasi.
"Hari ini kita melihat bagaimana kondisi masyarakat Kelurahan Jati Padang setelah pada sore kemarin ada sedikit genangan di sini akibat jebolnya sedikit tanggul (Kali Pulo)," katanya.
Menurut Marullah, panjang tanggul yang jebol tersebut sekitar empat hingga lima meter. Pihaknya melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), telah membangun tanggul sementara dengan menggunakan dolken cerucuk dan juga karung pasir.
"InsyaAllah dalam waktu tidak lama kita akan bikin sedikit tanggul. Pengerjaannya tetap teman-teman dari SDA, tapi agak permanen. Akan ada pembicaraan-pembicaraan. Sebab di sebelah kanannya (tanggul) tinggi, di sebelah kirinya rendah, permasalahannya memang kompleks," terangnya.
Sementara, Lurah Jati Padang Noviant Wijanarko menambahkan, kurang lebih 40 rumah di tiga RT di RW 006 yakni RT 003, 004 dan RT 014 terdampak akibat jebolnya tanggul Kali Pulo itu.
"Bangunan yang terdampak dari jebolnya kali Pulo sebanyak 40 rumah dari 65 KK atau 240 jiwa," katanya.
Ketua RT 004/RW 06 Syamsuri, mengungkapkan, genangan akibat jebolnya tanggul Kali Pulo terjadi pada pukul 18.00 WIB pada Minggu (13/1). Syamsuri juga memberikan apresiasi kepada petugas yang telah bergerak cepat dengan membuat tanggul sementara pada pukul 20.00 WIB.
"Air surut pada pukul 02.00 WIB seiring dengan petugas dari Sudin SDA berhasil memasang tanggul sementara menggunakan cerucuk kayu dolken dan juga pasir karung," tandasnya.