wali-kota-jaksel-minta-jajarannya-atasi-parkir-liar-di-stasiun-mrt

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, meminta kepada jajarannya untuk mengatasi maraknya parkir liar di Stasiun MRT dan juga di bawah jembatan-jembatan penyeberangan. Hal tersebut disampaikan Marullah dalam Rapat Pimpinan / Rapat Koordinasi Tingkat Kota Administrasi Jaksel Bulan April 2019, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (24/4).

“Terkait dengan parkir liar di bawah Stasiun MRT, di bawah jembatan-jembatan penyeberangan, di kawasan Sudirman, saya minta teman-teman, tolong perhatikan di jalur-jalur MRT yaitu mulai dari Kelurahan Lebak Bulus, Cilandak Barat, Cipete Selatan, Cipete Utara, Gandaria Selatan, Pulo, Melawai, Kramat Pela, Gunung, Senayan, Karet Semanggi,” tuturnya.

Marullah juga meminta petugas yang ditempatkan di lokasi, merupakan petugas yang memang fokus mengawasi parkir liar atau kaki lima. Misalnya, lanjut Marullah, petugas Satpol PP yang memang tugasnya mengamankan stasiun itu, bisa mobile di sekitar stasiun atau jembatan penyeberang orang.

“Kalau cuma sambilan, bisa jadi dia datang tiga hari sekali. Saya mau, tidak tiga hari sekali, atau sehari sekali. Saya ingin dikontrol setiap jam. Dia (petugas) kontrol terus, putar terus, melihat adakah lokasi ini ditempati parkir ojek online atau ditempati kaki lima atau sejenisnya. Jadi saya minta benar-benar diperhatikan,” tegas Marullah.

Kemudian jika membutuhkan personel tambahan untuk melakukan pengawasan tersebut, Marullah mempersilakan mengajukan tambahan personel, dengan catatan membuat analisis lebih dulu. “Kalau memungkinkan minta tambahan personel, saya minta bentuk dan buat analisis. Kelihatannya dengan beroperasinya MRT, kita mesti nambah personel di tingkat kelurahan kah atau di tingkat sektor,” tandasnya.