Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, melepas 412 petugas Pendata dan Pendamping Sosial dalam rangka pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2019 di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pelepasan ini berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (12/7).
Marullah mengatakan, ratusan petugas tersebut akan melakukan pendataan terhadap 95.338 rumah tangga di seluruh wilayah di Jakarta Selatan. Dirinya melanjutkan, pelepasan petugas pendata dan pendamping BDT ini dilakukan agar terciptanya pelayanan kesejahteraan sosial yang maksimal dan tepat sasaran.
"Sehingga mendapat data yang valid dan akuntabel, di mana data BDT ini adalah sumber data dalam penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu," katanya. Marullah juga berpesan kepada para petugas agar dapat melaksanakan kegiatan ini sebaik dan seobjektif mungkin dalam melakukan verifikasi dan validasi agar tepat sasaran.
"Agar pelaksanaan program kerja ini dapat berjalan lancar, kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT dalam mensukseskan pemutakhiran data BDT ini," ucapnya. Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah menambahkan, di Jakarta Selatan kegiatan pemutakhiran data BDT ini akan dilaksanakan pada 12 Juli hingga 12 Agustus 2019 dengan menggunakan aplikasi SIKS-NG berbasis android.
Irmansyah berharap dengan dilakukannya pemuktahiran data BDT ini diharapkan akan tersaji data yang akurat dan akuntabel. "Data ini kan memang sangat dibutuhkan agar bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI itu betul-betul tetap sasaran. Jadi siapa yang berhak dia yang mendapatkan," pungkasnya.
Marullah mengatakan, ratusan petugas tersebut akan melakukan pendataan terhadap 95.338 rumah tangga di seluruh wilayah di Jakarta Selatan. Dirinya melanjutkan, pelepasan petugas pendata dan pendamping BDT ini dilakukan agar terciptanya pelayanan kesejahteraan sosial yang maksimal dan tepat sasaran.
"Sehingga mendapat data yang valid dan akuntabel, di mana data BDT ini adalah sumber data dalam penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu," katanya. Marullah juga berpesan kepada para petugas agar dapat melaksanakan kegiatan ini sebaik dan seobjektif mungkin dalam melakukan verifikasi dan validasi agar tepat sasaran.
"Agar pelaksanaan program kerja ini dapat berjalan lancar, kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT dalam mensukseskan pemutakhiran data BDT ini," ucapnya. Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah menambahkan, di Jakarta Selatan kegiatan pemutakhiran data BDT ini akan dilaksanakan pada 12 Juli hingga 12 Agustus 2019 dengan menggunakan aplikasi SIKS-NG berbasis android.
Irmansyah berharap dengan dilakukannya pemuktahiran data BDT ini diharapkan akan tersaji data yang akurat dan akuntabel. "Data ini kan memang sangat dibutuhkan agar bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI itu betul-betul tetap sasaran. Jadi siapa yang berhak dia yang mendapatkan," pungkasnya.