Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) Marullah Matali, menghadiri Doorstop Kecamatan Kebayoran Baru, yang digelar di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sabtu (30/3). Didampingi Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono, Marullah mengatakan, Doorstop Kecamatan dibutuhkan oleh warga masyarakat. "Buktinya tiap sabtu banyak yang melapor ke doorstop. Nanti juga akan diturunkan ke kelurahan dan akan digodok di provinsi," ujarnya.
Marullah menuturkan, dalam Doorstop Kecamatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menampung aspirasi atau keluhan dari masyarakat terkait dengan wilayah yang ditempati. "Kita sebanyak-banyaknya menyerap aspirasi, komplain, dan juga saran dari masyarakat," ucapnya.
Diketahui, dalam Doorstop Kecamatan Kebayoran Baru terdapat tiga pengaduan. Pertama masalah infrastruktur MRT, kedua adalah masalah penopingan pohon di Jl. Kerinci No. 8 Kelurahan Gunung, ketiga adalah permohonan penebangan pohon di Jl Wijaya I Kelurahan Petogogan.
Dalam hal pengaduan masyarakat atau doorstop di Kecamatan Kebayoran Baru ini, apabila bisa ditangani akan langsung ditindaklanjuti oleh Satpel Kecamatan dan bila tidak bisa maka akan di bawa ke dalam rapat minggon Kecamatan Kebayoran Baru.
Marullah menuturkan, dalam Doorstop Kecamatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menampung aspirasi atau keluhan dari masyarakat terkait dengan wilayah yang ditempati. "Kita sebanyak-banyaknya menyerap aspirasi, komplain, dan juga saran dari masyarakat," ucapnya.
Diketahui, dalam Doorstop Kecamatan Kebayoran Baru terdapat tiga pengaduan. Pertama masalah infrastruktur MRT, kedua adalah masalah penopingan pohon di Jl. Kerinci No. 8 Kelurahan Gunung, ketiga adalah permohonan penebangan pohon di Jl Wijaya I Kelurahan Petogogan.
Dalam hal pengaduan masyarakat atau doorstop di Kecamatan Kebayoran Baru ini, apabila bisa ditangani akan langsung ditindaklanjuti oleh Satpel Kecamatan dan bila tidak bisa maka akan di bawa ke dalam rapat minggon Kecamatan Kebayoran Baru.