Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tebet, di Ruang Aula Kantor Kecamatan Tebet, Senin (4/3).
Didampingi oleh Kasubanpeko Jakarta Selatan Herwansyah, serta Plt Camat Tebet Mahludin, Marullah mengatakan, Musrenbang dilaksanakan dalam rangka untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, terkait pembangunan yang ada di wilayah masing-masing.
“Kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan ini adalah hasil dari kegiatan Musrenbang di Tingkat Kelurahan dan juga hasil dari kegiatan Rembuk di tingkat RW,” ujarnya. Marullah menuturkan, hasil Musrenbang nantinya akan dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020.
"Mudah-mudahan niat baik kita hari ini namanya musyawarah perencanaan. Segala sesuatu memang harus dimusyawarahkan kemudian direncanakan untuk membangun Kecamatan Tebet ini," terangnya.
Sementara Plt Camat Tebet Mahludin mengatakan, total usulan yang dibahas dari Kelurahan ke tingkat Kecamatan mencapai 1.039 usulan. “Di mana 703 di antaranya usulan fisik dan 336 non fisik. Sedangkan estimasi anggaran mencapai Rp 148.778.309.186,” pungkasnya.
Didampingi oleh Kasubanpeko Jakarta Selatan Herwansyah, serta Plt Camat Tebet Mahludin, Marullah mengatakan, Musrenbang dilaksanakan dalam rangka untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, terkait pembangunan yang ada di wilayah masing-masing.
“Kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan ini adalah hasil dari kegiatan Musrenbang di Tingkat Kelurahan dan juga hasil dari kegiatan Rembuk di tingkat RW,” ujarnya. Marullah menuturkan, hasil Musrenbang nantinya akan dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020.
"Mudah-mudahan niat baik kita hari ini namanya musyawarah perencanaan. Segala sesuatu memang harus dimusyawarahkan kemudian direncanakan untuk membangun Kecamatan Tebet ini," terangnya.
Sementara Plt Camat Tebet Mahludin mengatakan, total usulan yang dibahas dari Kelurahan ke tingkat Kecamatan mencapai 1.039 usulan. “Di mana 703 di antaranya usulan fisik dan 336 non fisik. Sedangkan estimasi anggaran mencapai Rp 148.778.309.186,” pungkasnya.