Tim Gabungan Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu yang terdiri dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, menggelar kegiatan Monitoring Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di Pasar Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (19/7).
Selain di Pasar Pondok Indah, Tim Gabungan juga menggelar Monitoring Pengawasan Pangan Terpadu ini di empat pasar berbeda yaitu, Pasar Pesanggrahan, Pasar Cidodol, Pasar Kebayoran Lama dan Rach Market Pondok Indah.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Arifin yang turut serta dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengawasi bahan-bahan makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. "Jumlah sampel dari semua pasar itu 315 yang terdiri dari 120 sampel dari produk pertanian, 75 sampel dari produk peternakan dan 120 sampel dari produk perikanan," katanya.
Diketahui, dari hasil monitoring di lima pasar itu, tim menemukan sampel produk yang mengandung formalin dan Boraks. Sampel tersebut adalah satu Tahu Putih, Mie Kuning, dan Ikan Teri di Pasar Kebayoran Lama, serta satu Tahu Putih di Pasar Pondok Indah.
Menanggapi hal tersebut, Arifin menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut dimulai dari penjual sampai ke distributor. "Jika kedepan masih kedapatan menjual barang tersebut, kita akan beri peringatan untuk tidak lagi mengulangi menjual produk tersebut," katanya.
Manager Pasar Jaya wilayah Jakarta Selatan, Asrul Rizal Ahmad mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah terhadap pedagang yang memperjualbelikan produk yang menganduk bahan berbahaya. "Selain kita tarik produknya, kita langsung beri surat peringatan, jika masih saja ditemukan kita akan lakukan penyegelan atau pembatalan tempat usaha," pungkasnya. (KIP JS)