Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan, siap untuk melakukan pembersihan Kali Uangan, yang tersendat akibat adanya puing-puing akibat longsor yang terjadi di RT 11/ RW 11, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Selatan, Holy Susanto menjelaskan, dalam pembersihannya, Sudin SDA Jakarta Selatan akan menurunkan dua unit eskavator sebagai langkah awal pembersihan puing - puing itu.
"Sudah ada dua unit eskavator untuk membantu mengevakuasi material. Kemudian setelah evakuasi material ini selesai, air diharapkan dapat mengalir dengan sempurna karena tertahan dengan material tersebut," ujarnya saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (20/9). Setelah melakukan evakuasi terhadap puing-puing longsor, Holy melanjutkan, pihaknya akan memasang cerucuk atau pagar pengaman, dimana pemasangannya akan menggunakan kayu dolken sepanjang 15 meter. "Terakhir, kita akan memperbaiki turap ini," tuturnya.
Untuk pengerjaan sendiri, Holy memperkirakan bahwa semuanya akan bisa diselesaikan dalam jangka waktu satu setengah bulan. "Dari segi pengerjaannya saja, penurapan bisa satu setengah bulan, lalu evakuasi ini sekitar seminggu. Untuk petugas, pada hari ini kita punya pasukan biru sekitar 25 orang, serta operator alat berat dua orang," ungkapnya. Holy pun menjelaskan terkait penyebab longsornya rumah-rumah yang berada di kawasan bantaran kali tersebut.
"Memang sebelumnya kita sudah melakukan pengerukan sekitar dalam satu meter. Jadi longsor ini bukan karena pengerukan, karena secara teknis sudah kami perhitungkan dalam rapat. Yang terjadi adalah pada saat hujan besar tadi malam, dan melihat kondisi existing turap yang ada memang sangat memprihatinkan, ditambah beban rumah warga yang tidak mempunyai pondasi. Pondasi mereka rata-rata berdiri di atas turap, yang memang tidak diperuntukan untuk pondasi. Jadi bebannya sangat berat, air masuk, turap batunya sudah lapuk dan retak, akibatnya seperti ini, terjadi longsor," tuturnya.
Sementara itu, Camat Pesanggrahan, Muh. Fadjar Churniawan mengatakan, sebanyak lima bangunan dan satu kamar, terkena dampak dari longsor tersebut. "Kami sudah melakukan imbauan kepada para pemilik bangunan, untuk untuk mengosongkan rumah nya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kami juga akan melakukan koordinasi dengan PT KAI selaku pemilik lahan berdirinya bangunan yang longsor dan sesuai dengan arahan Bapak Wakil Wali Kota Jakarta Selatan (Arifin), akan dirapat koordinasikan di tingkat kota," tuturnya. (KIP JS)