Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, tengah menggalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Wachyuni, mengungkapkan, program UPSUS SIWAB adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan percepatan peningkatan produksi dan swasembada daging, melalui percepatan peningkatan populasi sapi di Provinsi DKI Jakarta.
"UPSUS SIWAB ini dilakukan untuk meningkatkan produksi dan swasembada daging," ujarnya, Selasa (15/1). Wachyuni menjelaskan, adapun kegiatan di dalam UPSUS SIWAB di antaranya Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), dan Kelahiran.
Dijelaskan Wachyuni, Inseminasi Buatan (IB) telah pihaknya lakukan terhadap dua ekor sapi milik warga di RT 008/RW 10 Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan. "Sementara, untuk pemeriksaan kebuntingan (PKb), dilakukan terhadap sapi milik warga RT 005/RW 05 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran," terangnya.
Terkait dengan kelahiran, Wachyuni menambahkan, ada empat sapi milik warga di tiga lokasi berbeda yang telah melahirkan, yakni kelahiran dua ekor sapi jantan dan kelahiran satu ekor sapi betina milik warga Kelurahan Duren Tiga, serta satu ekor sapi jantan milik warga Kelurahan Tegal Parang.
"Nantinya, ketiga kegiatan di atas akan dilaporkan ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi (ISIKHNAS) untuk dijadikan sebuah informasi elektronik kesehatan hewan," tandasnya.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Wachyuni, mengungkapkan, program UPSUS SIWAB adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan percepatan peningkatan produksi dan swasembada daging, melalui percepatan peningkatan populasi sapi di Provinsi DKI Jakarta.
"UPSUS SIWAB ini dilakukan untuk meningkatkan produksi dan swasembada daging," ujarnya, Selasa (15/1). Wachyuni menjelaskan, adapun kegiatan di dalam UPSUS SIWAB di antaranya Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), dan Kelahiran.
Dijelaskan Wachyuni, Inseminasi Buatan (IB) telah pihaknya lakukan terhadap dua ekor sapi milik warga di RT 008/RW 10 Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan. "Sementara, untuk pemeriksaan kebuntingan (PKb), dilakukan terhadap sapi milik warga RT 005/RW 05 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran," terangnya.
Terkait dengan kelahiran, Wachyuni menambahkan, ada empat sapi milik warga di tiga lokasi berbeda yang telah melahirkan, yakni kelahiran dua ekor sapi jantan dan kelahiran satu ekor sapi betina milik warga Kelurahan Duren Tiga, serta satu ekor sapi jantan milik warga Kelurahan Tegal Parang.
"Nantinya, ketiga kegiatan di atas akan dilaporkan ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi (ISIKHNAS) untuk dijadikan sebuah informasi elektronik kesehatan hewan," tandasnya.