Suku Dinas (Sudin) Kehutanan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), melakukan penataan tanaman hias di tiga titik untuk sambut HUT DKI Jakarta ke 492 mendatang. Saat ini penataan masih tengah dilakukan. Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan Sabdo Kurnianto mengatakan, selain dilakukan untuk semakin menyemarakkan HUT DKI Jakarta, penataan ini sekaligus mempercantik estetika lokasi yang di tata.
"Di Jakarta Selatan ada tiga titik yaitu, Patung Pemuda di Kelurahan Selong, Kebayoran Lama. Perempatan Mampang Kuningan dan halaman, dan Pedestrian depan kantor Wali Kota Jakarta Selatan Jalan Prapanca Raya, Petogogan, Jakarta Selatan." jelasnya, Jumat (21/6).
Kasie Pertamanan Eli Sulistianingsih menambahkan, bunga yang ditanam merupakan bunga yang tahan dengan cuaca panas di luar ruangan. Salah satu di antaranya mawar gambir yang tergolong kuat. "Saat ini pot-pot tengah disiapkan, di cat ulang, lalu mulai di tata. Terutama untuk Kantor Wali Kota. Penyiraman dilakukan sehari dua kali," tuturnya.
Eli pun berpesan kepada warga masyarakat untuk tidak mengambil dan merusak tanaman. Sebab ini merupakan moment tahunan. "Banyak warga masyarakat yang suka dengan bunga-bunga kami pasang, dan sering hilang. Kami selalu imbau untuk tidak mengambil dan merusak, agar dapat dinikmati oleh semua orang," tandasnya.
"Di Jakarta Selatan ada tiga titik yaitu, Patung Pemuda di Kelurahan Selong, Kebayoran Lama. Perempatan Mampang Kuningan dan halaman, dan Pedestrian depan kantor Wali Kota Jakarta Selatan Jalan Prapanca Raya, Petogogan, Jakarta Selatan." jelasnya, Jumat (21/6).
Kasie Pertamanan Eli Sulistianingsih menambahkan, bunga yang ditanam merupakan bunga yang tahan dengan cuaca panas di luar ruangan. Salah satu di antaranya mawar gambir yang tergolong kuat. "Saat ini pot-pot tengah disiapkan, di cat ulang, lalu mulai di tata. Terutama untuk Kantor Wali Kota. Penyiraman dilakukan sehari dua kali," tuturnya.
Eli pun berpesan kepada warga masyarakat untuk tidak mengambil dan merusak tanaman. Sebab ini merupakan moment tahunan. "Banyak warga masyarakat yang suka dengan bunga-bunga kami pasang, dan sering hilang. Kami selalu imbau untuk tidak mengambil dan merusak, agar dapat dinikmati oleh semua orang," tandasnya.