pola-kolaboratif-libatkan-warga-dalam-pembangunan-di-jaksel

Pola Kolaboratif yang melibatkan warga dalam pembangunan di Jakarta Selatan (Jaksel), diterapkan saat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, menggelar pertemuan dalam rangka koordinasi dan penjaringan aspirasi menyoal berbagai permasalahan di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (6/11).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan ini, dihadiri oleh 120 orang perwakilan dari RT, RW, LMK, Dewan Kota, SKPD dan UKPD Kota Administrasi Jakarta Selatan. Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, pengembangan pola kolaborasi antar Pemerintah Kota dengan masyarakat harus terus dirawat dan ditingkatkan demi terselesaikannya permasalahan yang ada di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

"Saya ingin semuanya bisa memberikan kontribusi pada lingkungannya. Ketika RT, RW, dan LMK terlibat di sini, silakan untuk memberikan masukan dalam menyelesikan permasalahan di kampung kita," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Marullah juga menyampaikan, pemerintah menyediakan kesempatan kepada warga untuk dapat aktif berinteraksi dalam mengabarkan kondisi kewilayahan. Guna membantu percepatan penyelesaian masalah pada sumbernya.

"Misal ada jalan berlubang, harusnya tim Sudin Bina Marga bisa segera menangani itu. Tapi jika tidak diinformasikan, maka jalanan berlubang tersebut akan semakin mengganggu kenyamanan," imbuhnya. Sementara Ketua RW 04 Kelurahan Bintaro Dika Karunia Setiawan mengungkapkan, pertemuan rutin tersebut telah membantu dirinya dan warga sekitar RW 04 dalam penanganan berbagai masalah yang terjadi.

"Seperti masalah luapan air di wilayah kami. Saat kami laporkan, tim PPSU Kelurahan Bintaro dan tim SDA Kecamatan Pesanggrahan langsung menindaklanjuti pengaduan tersebut. Saat ini pun masih berlangsung pembersihan endapan sedimen di saluran air rumah-rumah warga. Responnya sangat cepat dan tanggap, kami sangat nyaman dengan pelayanan ini," ungkapnya.

Warga RT 08/RW 07 Kelurahan Pondok Labu, Susanti menuturkan hal serupa menyoal genangan air yang kerap melanda wilayahnya. "Aliran saluran yang ada di RT 08 itu menjadi muara aliran saluran dari RT lainnya. Saya kira perlu adanya aliran saluran tambahan untuk mengatasi luapan air saat musim penghujan tiba," tandasnya.