Petugas Gabungan Jakarta Selatan, melakukan pengamanan terhadap pengendara motor, yang nekat menerobos lintasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan (HBKB Jaksel), Minggu (7/4). Kendaraan tersebut, menerobos melalui jalur Transjakarta dari arah Duren Tiga ke arah Mampang Prapatan.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan Christianto mengatakan, saat petugas melakukan penindakan, pengendara roda dua tersebut sempat menolak di tilang oleh pihak Kepolisian "Sempat terjadi tarik menarik surat tilangan. Namun akhirnya yang bersangkutan tidak bisa mengelak dari kesalahan. Harus ditindak tegas lantaran membahayakan masyarakat. Sebagai efek jera diberi sanksi Tilang Kepolisian," ujarnya.
Christianto menegaskan, selain Transjakarta, kendaraan yang tidak ramah lingkungan dilarang melintas saat digelarnya HBKB Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat agar tidak melakukan hal serupa dan menggunakan lintasan HBKB sebagaimana mestinya.
"Yakni untuk berolahraga ataupun beraktifitas lainnya seperti bersepeda ataupun jalan santai. Ini dilakukan agar dapat mengurangi polusi dan pencemaran terhadap udara di wilayah Jakarta Selatan," pungkasnya.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan Christianto mengatakan, saat petugas melakukan penindakan, pengendara roda dua tersebut sempat menolak di tilang oleh pihak Kepolisian "Sempat terjadi tarik menarik surat tilangan. Namun akhirnya yang bersangkutan tidak bisa mengelak dari kesalahan. Harus ditindak tegas lantaran membahayakan masyarakat. Sebagai efek jera diberi sanksi Tilang Kepolisian," ujarnya.
Christianto menegaskan, selain Transjakarta, kendaraan yang tidak ramah lingkungan dilarang melintas saat digelarnya HBKB Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat agar tidak melakukan hal serupa dan menggunakan lintasan HBKB sebagaimana mestinya.
"Yakni untuk berolahraga ataupun beraktifitas lainnya seperti bersepeda ataupun jalan santai. Ini dilakukan agar dapat mengurangi polusi dan pencemaran terhadap udara di wilayah Jakarta Selatan," pungkasnya.