Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Subanpekko Jaksel), menggelar Pembekalan Teknis Tim Pendamping Rembuk RW Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2020, di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (12/11). Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Dewi Rustiowati mengatakan, total peserta kegiatan tersebut sebanyak 569 orang, yang akan dipersiapkan untuk menjadi pendamping ketua-ketua RW pada rembuk RW di 2020 mendatang.
“Hari ini Suku Badan Perencana Pembangunan Kota sedang mengadakan pelatihan pendamping rembuk RW yang diadakan mulai 12 hingga 26 November. Ini sesuai dengan instruksi Gubernur Nomor 89/2019 Tentang pelaksanaan Musrenbang 2020,” ujarnya. Dewi menerangkan, Rembuk RW adalah salah satu tahapan sebelum menuju Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang). “Dalam Rembuk RW itu, kita memerlukan pendamping untuk mendampingi ketua RW dalam rangka mengakomodir usulan dari masyarakat,” terangnya.
Dewi menuturkan, 569 orang tersebut merupakan orang pilihan hasil seleksi di kelurahan. Dalam mengikuti bimbingan, ratusan orang tersebut dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok, lanjut Dewi, akan mendapatkan pembekalan teknis selama dua hari. “Setiap kelompok diberikan pembekalan selama dua hari, hari ini 12-13 November, kemudian pembekalan selanjutnya dilakukan pada 14-15 November, dan ini akan berlangsung hingga 26 November,” jelasnya.
Dewi menambahkan, untuk pemberi materi dari Subanpekko Jaksel, Tim Pendamping Kotaku, dan dari Satpel masing-masing kecamatan. “Jadi satpel dari unit teknis akan menjelaskan beberapa defisini operasional template yang sudah ada disusun oleh Bapeda, kemudian nanti dijelaskan kepada masing-masing pendamping. Kita butuh satpel, karena dengan adanya satpel, para peserta bisa menanyakan langsung kepada Satpel, terkait permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Sementara salah satu peserta dari RW 01 Kebayoran Lama Utara, Budianto menyampaikan, kegiatan bimbingan teknis ini sangat diperlukan oleh tim pendamping. Dengan adanya bimbingan ini, maka pendamping bisa menyerap aspirasi masyarakat, dan mengatasi permasalahan di lingkungan RW masing-masing dengan sebaik-baiknya. “Karena memang banyak yang bertanya-tanya apakah usulan yang akan disampaikan nanti dapat terealisasi atau tidak. Diperlukan juga penjelasan lebih detail, mengenai usulan yang seperti apa yang dapat terealisasi,” tandasnya.
“Hari ini Suku Badan Perencana Pembangunan Kota sedang mengadakan pelatihan pendamping rembuk RW yang diadakan mulai 12 hingga 26 November. Ini sesuai dengan instruksi Gubernur Nomor 89/2019 Tentang pelaksanaan Musrenbang 2020,” ujarnya. Dewi menerangkan, Rembuk RW adalah salah satu tahapan sebelum menuju Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang). “Dalam Rembuk RW itu, kita memerlukan pendamping untuk mendampingi ketua RW dalam rangka mengakomodir usulan dari masyarakat,” terangnya.
Dewi menuturkan, 569 orang tersebut merupakan orang pilihan hasil seleksi di kelurahan. Dalam mengikuti bimbingan, ratusan orang tersebut dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok, lanjut Dewi, akan mendapatkan pembekalan teknis selama dua hari. “Setiap kelompok diberikan pembekalan selama dua hari, hari ini 12-13 November, kemudian pembekalan selanjutnya dilakukan pada 14-15 November, dan ini akan berlangsung hingga 26 November,” jelasnya.
Dewi menambahkan, untuk pemberi materi dari Subanpekko Jaksel, Tim Pendamping Kotaku, dan dari Satpel masing-masing kecamatan. “Jadi satpel dari unit teknis akan menjelaskan beberapa defisini operasional template yang sudah ada disusun oleh Bapeda, kemudian nanti dijelaskan kepada masing-masing pendamping. Kita butuh satpel, karena dengan adanya satpel, para peserta bisa menanyakan langsung kepada Satpel, terkait permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Sementara salah satu peserta dari RW 01 Kebayoran Lama Utara, Budianto menyampaikan, kegiatan bimbingan teknis ini sangat diperlukan oleh tim pendamping. Dengan adanya bimbingan ini, maka pendamping bisa menyerap aspirasi masyarakat, dan mengatasi permasalahan di lingkungan RW masing-masing dengan sebaik-baiknya. “Karena memang banyak yang bertanya-tanya apakah usulan yang akan disampaikan nanti dapat terealisasi atau tidak. Diperlukan juga penjelasan lebih detail, mengenai usulan yang seperti apa yang dapat terealisasi,” tandasnya.