Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, terus mencegah adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, di wilayah Kota Jakarta Selatan. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Jaksel menggelar berbagai penyuluhan atau sarasehan, seperti yang dilakukan di Aula Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (6/9).
Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan Edy Suherman, yang membuka kegiatan sarasehan di Aula Kelurahan Jati Padang dengan topik Pencegahan Peredaran Penanggulangan dan Penyalahgunaan Narkoba di Kota Administrasi Jakarta Selatan mengatakan, masyarakat harus lah dapat mengetahui betapa berbahayanya narkoba. "Masalah narkoba itu masalah bersama, tidak bisa menyerahkan ke Pemkot atau ke Polres Jaksel saja tapi harus semua unsur lapisan masyarakat," tuturnya.
Didampingi Kepala Suku Badan Kesejahteraan Bangsa dan Politik (Kasuban Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Selatan Matsani, Edy menjelaskan, untuk mencegah peredaran narkoba, masyarakat harus dimulai dengan mengenal segala bentuk macam barang haram tersebut. "Upaya pencegahan narkoba dengan kita mengenal, kemudian kita kenali keluarga kita, karena perilaku orang tua adalah contoh yang paling mudah diikuti oleh anak dan keluarga kita," ucapnya.
Selain itu, di hadapan para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, FKDM, LMK, serta Kader PKK, Edi mencontohkan, jika orang tua tidak menghendaki anaknya merokok, maka contohkan orang tua tersebut jangan merokok. "Karena rokok itu pintu gerbangnya narkoba. Jika anak sudah bosan dengan rokok nantinya anak akan mencontoh yang lain, akhirnya mencoba-coba ganja, sekali mencoba maka akan seterusnya mencari jenis lain yang lebih dahsyat karena saat ini ada 13 jenis narkoba baru," tegasnya.
Oleh karena itu, Edy mengingatkan dan mengajak kepada peserta, agar menyampaikan informasi yang didapat dalam kegiatan ini, kepada lingkungan di sekitarnya. "Dengan ini saya mengajak masyarakat untuk mencegah narkoba melalui kegiatan ini," imbuhnya. Sementara itu Matsani menambahkan, tujuannya kegiatan ini agar dapat terwujudnya kota yang bebas dari pengaruh narkoba dan menjadi kota yang sehat, aman dan nyaman.
"Kegiatan ini ada dua tahapan, yang pertama hari ini, yang kedua akan diselenggarakan pada Kamis, 7 September 2017 di Kelurahan Rawa Jati Pancoran," tandasnya. Diketahui, kegiatan tersebut diisi dengan sesi tanya jawab bersama narasumber yakni Profesor Musni Umar (Pemerhati/Sosiolog) dan juga dari Polres Jaksel serta BNN Kota Jakarta Selatan. (KIP JS)