pemkot-jaksel-jadi-tempat-studi-lapangan-pasis-dikreg-seskoad

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel), menjadi tempat studi lapangan para Perwira Siswa Pendidikan Reguler LVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Pasis Dikreg Seskoad), dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN). Dalam studi lapangan tersebut, para Pasis mewawancarai sejumlah pejabat Pemkot Jaksel, salah satu di antaranya yaitu Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji.

Isnawa Adji seusai di wawancara sejumlah Pasis Dikreg mengatakan, para perwira siswa tersebut merupakan calon-calon pimpinan wilayah atau pos-pos penting lainnya. Sehingga, para siswa ini belajar tentang kewilayahan, belajar tentang bagaimana membangun sinergisitas dengan pemerintah kota, dan menggandeng unsur-unsur lainnya. “Mereka respondennya berkaitan dengan Pemilu (Pemilihan Umum), juga berkaitan dengan peran Pemkot Jaksel. Seperti bagaimana mensinergikan tiga pilar antara Kodim, Polres, termasuk Pengadilan dan Kejaksaan,” tuturnya.

Isnawa menuturkan, para Pasis juga ingin mengetahui bagaimana pengalaman-pengalaman seorang wali kota, dalam mewujudkan manajemen koordinasi dengan unsur TNI dan Polri. Terutama saat dinamisasi politiknya cukup tinggi seperti pada saat Pemilu dan pasca Pemilu 2019. “Kita akan mendukung berkaitan dengan data, dengan Kesbangpol, Satpol PP, camat, dan lurah. Harapan kita, bapak-bapak semua bisa mendapatkan data-data yang sesuai,” tambahnya.

Dandim 0504 Jakarta Selatan Letkol Aji Prasetyo menerangkan, yang hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini sebanyak 20 orang terdiri dari tiga perwira penuntun dari Seskoad, 16 perwira siswa dan satu pakar penelitian dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat. “Tujuan kegiatan ini adalah mencari data di lapangan secara empiris, dalam rangka pembuatan suatu tulisan atau kajian dengan tema mengenai Tata Ruang Wilayah Pertahanan Darat di wilayah Jakarta Selatan.

Serta sinergisitas antara TNI, dengan seluruh komponen masyarakat dari pemerintah, maupun Polri untuk menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Selatan,” ungkapnya.  Selain wakil wali kota, Aji menambahkan, para Pasis akan mewawancarai narasumber seperti Wali Kota Jaksel, Kesbangpol, Satpol PP, camat, lurah, dan juga dari Kepolisian seperti Kapolres, Kabagops, kapolsek, KPU, Bawaslu, KPPS, KPK, dan tokoh masyarakat, ormas dan LSM. “Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dari 22 hingga 24 Juli 2019,” pungkasnya.