Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel), menggelar Apel Akbar Tiga Pilar bersama Penyelenggara Pemilu, dan Elemen Masyarakat di Halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (10/4). Apel tersebut digelar dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, Dandim 0504 Jakarta Selatan Letkol Aji Prasetyo, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi, Ketua KPU Jakarta Selatan Agus Sudono, dan perwakilan instansi terkait.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, yang ditemui usai memimpin apel tersebut mengatakan, kegiatan Apel Akbar digelar dalam rangka menyongsong Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April 2019. “Waktunya tinggal 7 hari lagi, kita tadi menyampaikan bahwa pemerintah beserta komponen yang ada Polri/TNI, serta institusi masyarakat bertekad untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019,” tuturnya.
Marullah pun menjamin, semua warga Jakarta Selatan dapat berpatisipasi untuk bisa mengikuti Pemilu 2019 dengan baik, lancar, nyaman dan damai. “Tadi kita saksikan komponen masyarakat juga mendeklarasikan pelaksanaan kegiatan ini, dan menjamin pelaksanaannya berjalan dengan damai. Karena itu jangan khawatir untuk menyalurkan aspirasi dengan baik” ujarnya.
Menurut Marullah, ada satu hal yang perlu diperjuangkan dengan baik, yaitu partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019." Diharapkan Pemilu tahun ini partisipasi masyarakat dapat terus meningkat, dan bisa mencapai 77,5 persen," terangnya. Sementara Komisaris Besar Polisi Indra Jafar menegaskan, sampai saat ini situasi aman dan terkendali. “Kita satu minggu lagi akan menghadapi Pemilu 2019. Sampai saat ini kita bersyukur situasi tetap kondusif, dan terkendali,” ucapnya.
Indra menyatakan, Polri bersama TNI dan instansi terkait siap mengamankan pesta demokrasi. “Dan kita tetap monitoring terus situasi yang ada,” tambahnya. Menurut Indra, pihak Kepolisian telah melakukan pemetaan, di mana saja wilayah yang dianggap sangat rawan, rawan dan tidak rawan." Kemudian untuk tingkat pengamanannya pun akan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya," pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, Dandim 0504 Jakarta Selatan Letkol Aji Prasetyo, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi, Ketua KPU Jakarta Selatan Agus Sudono, dan perwakilan instansi terkait.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, yang ditemui usai memimpin apel tersebut mengatakan, kegiatan Apel Akbar digelar dalam rangka menyongsong Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April 2019. “Waktunya tinggal 7 hari lagi, kita tadi menyampaikan bahwa pemerintah beserta komponen yang ada Polri/TNI, serta institusi masyarakat bertekad untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019,” tuturnya.
Marullah pun menjamin, semua warga Jakarta Selatan dapat berpatisipasi untuk bisa mengikuti Pemilu 2019 dengan baik, lancar, nyaman dan damai. “Tadi kita saksikan komponen masyarakat juga mendeklarasikan pelaksanaan kegiatan ini, dan menjamin pelaksanaannya berjalan dengan damai. Karena itu jangan khawatir untuk menyalurkan aspirasi dengan baik” ujarnya.
Menurut Marullah, ada satu hal yang perlu diperjuangkan dengan baik, yaitu partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019." Diharapkan Pemilu tahun ini partisipasi masyarakat dapat terus meningkat, dan bisa mencapai 77,5 persen," terangnya. Sementara Komisaris Besar Polisi Indra Jafar menegaskan, sampai saat ini situasi aman dan terkendali. “Kita satu minggu lagi akan menghadapi Pemilu 2019. Sampai saat ini kita bersyukur situasi tetap kondusif, dan terkendali,” ucapnya.
Indra menyatakan, Polri bersama TNI dan instansi terkait siap mengamankan pesta demokrasi. “Dan kita tetap monitoring terus situasi yang ada,” tambahnya. Menurut Indra, pihak Kepolisian telah melakukan pemetaan, di mana saja wilayah yang dianggap sangat rawan, rawan dan tidak rawan." Kemudian untuk tingkat pengamanannya pun akan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya," pungkasnya.