pemkot-jaksel-dan-kpi-bahas-dunia-penyiaran

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel), menerima Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID) Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan ini, keduanya membahas berbagai hal terkait dengan dunia penyiaran. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin, yang memimpin audiensi di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (12/9), mengatakan, Pemkot Jaksel memiliki program Maghrib Mengaji, yang juga bertujuan untuk mengurangi anak-anak dalam melihat siaran di televisi.

“Untuk mengurangi anak-anak banyak melihat TV itu Magrib Mangaji. Mengaji di mushola dan di masjid setiap malam. Telah berjalan dan dilakukan seluruh wilayah kelurahan,” ujarnya. Munjirin juga menuturkan, dalam audiensi ini, pihaknya juga ingin memahami program-program di KPI. Bersama-sama menyimak, dan bersama-sama pula untuk berkolaborasi terkait dengan program-program tersebut.

“Terkait dengan Masyarakat Peduli Penyiaran, kita akan mendalami dasarnya terlebih dahulu. Baru, nanti kita akan coba membuat instruksi dari pak wali kota agar Masyarakat Peduli Penyiaran ini bisa terbentuk di tingkat kota, kecamatan, maupun kelurahan,” terangnya. Wakil Ketua KPID Risky Wahyuni mengatakan, KPI DKI Jakarta terdiri tujuh Komisioner yang dibagi tiga bidang yaitu Kelembagaan, Pengawasan Isi Siaran, serta bidang Infrastruktur dan Perizinan.

“Untuk edukasi progran penonton cerdas dan pembentukan Masyarakat Peduli Penyiaran, kami punya kampanye penonton cerdas siaran berkualitas. Salah satu kegiatannya adalah edukasi penonton cerdas dan pembentukan masyarakat peduli penyiaran. Sebelumnya kami telah melaksanakan kampanye terbuka sudah mendeklarasikan pembentukan Masyarakat Peduli Penyiaran Tingkat Provinsi tahun 2018,” tandasnya.