Pelatihan Pendamping Rembuk RW 2020 di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) resmi ditutup. Penutupan berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (26/11). Dalam arahannya, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah matali mengatakan, kehadiran pendamping rembuk RW ini dimaksudkan untuk membantu menginformasikan fokus pembangunan Jakarta. Serta menjadi fasilitator bagi warga dalam merumuskan permasalaham serta solusi saat pelaksanaan forum rembuk RW pada 2020 nanti.
"Ini merupakan langkah awal dalam rangka persiapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 nanti," katanya. Marullah berharap, pendamping Rembuk RW nantinya dapat dengan sungguh-sungguh memperhatikan usulan setiap RT yang menjadi prioritas utama. Karena usulan yang dapat diajukan setiap RW itu maksimal sebanyak jumlah RT dalam satu RW.
"Sejalan dengan itu, pelatihan rembuk RW ini sangat penting agar para pendamping memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme perencanaan di wilayahnya masing-masing," ucapnya. Sementara, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Dewi Rustiowati menambahkan, didasari Ingub No 89 Tahun 2019, pelatihan pendamping rembuk RW ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dalam melakukan identifikasi masalah, kebutuhan, dan menentukan kegiatan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan urutan prioritas yang disepakati bersama di lingkungan RW.
"Pelatihan pendamping rembuk RW diikuti sebanyak 579 orang yang mana dalam pelatihan itu para pendamping rembuk RW diberikan materi tentang mekanisme perencanaan pembangunan dan juga pelaksanaan input SI musrenbang," tandasnya.
"Ini merupakan langkah awal dalam rangka persiapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 nanti," katanya. Marullah berharap, pendamping Rembuk RW nantinya dapat dengan sungguh-sungguh memperhatikan usulan setiap RT yang menjadi prioritas utama. Karena usulan yang dapat diajukan setiap RW itu maksimal sebanyak jumlah RT dalam satu RW.
"Sejalan dengan itu, pelatihan rembuk RW ini sangat penting agar para pendamping memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme perencanaan di wilayahnya masing-masing," ucapnya. Sementara, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Dewi Rustiowati menambahkan, didasari Ingub No 89 Tahun 2019, pelatihan pendamping rembuk RW ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dalam melakukan identifikasi masalah, kebutuhan, dan menentukan kegiatan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan urutan prioritas yang disepakati bersama di lingkungan RW.
"Pelatihan pendamping rembuk RW diikuti sebanyak 579 orang yang mana dalam pelatihan itu para pendamping rembuk RW diberikan materi tentang mekanisme perencanaan pembangunan dan juga pelaksanaan input SI musrenbang," tandasnya.