Pelatihan penanganan kebakaran yang selama ini diberikan, dilakukan dalam upaya untuk mencegah api membesar. Melalui pelatihan ini, jika suatu saat terjadi musibah kebakaran, masyarakat sudah dapat mengerti bagaimana awal mula dalam menangani masalah tersebut.
Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, saat melakukan monitoring terhadap sosialisasi pelatihan penanganan kebakaran bagi para pegawai Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP) Jakarta Selatan, di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
“Kita tidak menyangka, tidak pernah menduga kapan bencana akan terjadi. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau itu terjadi dapat diminimalisir,” ujarnya. Marullah menuturkan, pelatihan yang diberikan pun dinilai dapat membantu masyarakat untuk dapat menghilangkan rasa takut ketika menghadapi api. Pasalnya, dalam latihan saja, masih banyak warga yang panik untuk memadamkannya.
“Saat melakukan praktek seperti ini saja, kita panik, apalagi pada saat musibah lebih panik lagi. Tapi akan lebih panik lagi kalau tidak mengerti sama sekali,” terangnya. Menurutnya, pelatihan ini diberikan untuk penanganan api yang memang belum menyebar kemana-mana. Namun, lanjut Marullah, kalau sudah menyebar, maka Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan akan turun untuk melakukan penanganan.
“Tapi kalau nanti teman-teman pemadam datang sudah padam, ya bersyukur. Jangan mengandalkan sesuatu kepada orang lain, sementara kita masih bisa melakukan hal itu. Semoga dengan adanya pelatihan ini, semua bisa diantisipasi jika kemungkinan musibah kebakaran terjadi, namun kita tidak berharap ada musibah,” ucapnya.
Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, saat melakukan monitoring terhadap sosialisasi pelatihan penanganan kebakaran bagi para pegawai Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP) Jakarta Selatan, di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
“Kita tidak menyangka, tidak pernah menduga kapan bencana akan terjadi. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau itu terjadi dapat diminimalisir,” ujarnya. Marullah menuturkan, pelatihan yang diberikan pun dinilai dapat membantu masyarakat untuk dapat menghilangkan rasa takut ketika menghadapi api. Pasalnya, dalam latihan saja, masih banyak warga yang panik untuk memadamkannya.
“Saat melakukan praktek seperti ini saja, kita panik, apalagi pada saat musibah lebih panik lagi. Tapi akan lebih panik lagi kalau tidak mengerti sama sekali,” terangnya. Menurutnya, pelatihan ini diberikan untuk penanganan api yang memang belum menyebar kemana-mana. Namun, lanjut Marullah, kalau sudah menyebar, maka Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan akan turun untuk melakukan penanganan.
“Tapi kalau nanti teman-teman pemadam datang sudah padam, ya bersyukur. Jangan mengandalkan sesuatu kepada orang lain, sementara kita masih bisa melakukan hal itu. Semoga dengan adanya pelatihan ini, semua bisa diantisipasi jika kemungkinan musibah kebakaran terjadi, namun kita tidak berharap ada musibah,” ucapnya.