Pancasila sebagai jati diri pemersatu bangsa, tidak hanya diucapkan di mulut atau tertulis saja. Namun, ideologi yang menjadi darah daging Bangsa Indonesia ini, juga harus dipertahankan dengan jiwa dan raga. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, usai ziarah dan tabur bunga di Makam Ade Irma Suryani Nasution, Selasa (1/10).
Ade Irma, merupakan salah satu korban tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), dan makamnya berada di samping Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, “Mudah mudahan apa yang dipersembahkan oleh bangsa Indonesia dan hati Ade Irma Suryani Nasution, jiwa dan raganya direlakan untuk bangsa dalam rangka menjaga Pancasila. Mudah-mudahan terus dapat diabadikan oleh bangsa Indonesia ini,” ucapnya.
Marullah menuturkan, Pancasila dapat menjaga keutuhan bangsa, menjaga situasi dan kondisi yang semakin kondusif di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. “Sejarah Ade Irma Suryani menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia perlu menghargai arwah para pahlawan,” terangnya. Senada dengan wali kota, kakak kandung Ade Irma, Hendrianti Sahara Nasution mengungkapkan, peristiwa tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), mengingatkan kita jangan sampai korban yang bernasib seperti adiknya.
“Insyaallah dengan adanya peringatan seperti ini jangan sampai peristiwa itu terulang kembali. Kita juga jangan mudah percaya kepada hoax yang tidak betul, tapi mari kita berjuang untuk sesama, kita saling tolong menolong, itulah yang harus kita perjuangkan semoga kita sadar untuk betul betul bisa melaksanakan seperti yang kita ucapkan dalam nilai-nilai Pancasila”, tutupnya. Acara tabur bunga itu juga turut dihadiri Dandim 0504 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan, dan keluarga dari Almarhumah Ade Irma Nasution, yang diwakili oleh keluarga dari kakak kandung Ade Irma, Hendrianti Sahara Nasution.
Ade Irma, merupakan salah satu korban tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), dan makamnya berada di samping Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, “Mudah mudahan apa yang dipersembahkan oleh bangsa Indonesia dan hati Ade Irma Suryani Nasution, jiwa dan raganya direlakan untuk bangsa dalam rangka menjaga Pancasila. Mudah-mudahan terus dapat diabadikan oleh bangsa Indonesia ini,” ucapnya.
Marullah menuturkan, Pancasila dapat menjaga keutuhan bangsa, menjaga situasi dan kondisi yang semakin kondusif di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. “Sejarah Ade Irma Suryani menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia perlu menghargai arwah para pahlawan,” terangnya. Senada dengan wali kota, kakak kandung Ade Irma, Hendrianti Sahara Nasution mengungkapkan, peristiwa tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), mengingatkan kita jangan sampai korban yang bernasib seperti adiknya.
“Insyaallah dengan adanya peringatan seperti ini jangan sampai peristiwa itu terulang kembali. Kita juga jangan mudah percaya kepada hoax yang tidak betul, tapi mari kita berjuang untuk sesama, kita saling tolong menolong, itulah yang harus kita perjuangkan semoga kita sadar untuk betul betul bisa melaksanakan seperti yang kita ucapkan dalam nilai-nilai Pancasila”, tutupnya. Acara tabur bunga itu juga turut dihadiri Dandim 0504 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan, dan keluarga dari Almarhumah Ade Irma Nasution, yang diwakili oleh keluarga dari kakak kandung Ade Irma, Hendrianti Sahara Nasution.