masyarakat-jaksel-diharapkan-dapat-manfaatkan-mrt

Masyarakat Kota Administrasi Jakarta Selatan diharapkan dapat memanfaatkan Mass Rapid Transit (MRT) Stasiun Lebak Bulus Hingga Bundaran HI. Selain nyaman, dengan menggunakan MRT, waktu tempuh dari menjadi lebih singkat ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. “Itu kami ketahui setelah secara langsung melakukan uji coba MRT yang dilakukan hari ini, alhamdulilah dengan adanya MRT ini, semoga lalu lintas di Jakarta makin lancar,” ujar Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan M Najib usai melakukan uji coba MRT, Kamis (21/2).

Untuk itu, Najib berharap masyarakat dapat mengubah pola pikirnya, yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transpotasi umum modern tersebut. “Mengendarai kendaraan pribadi itu kurang nyaman. Sementara tadi kita coba MRT, ini cukup nyaman, dan dari Stasiun Dukuh Atas ke Lebak Bulus pun hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sementara kalau menggunakan kendaraan pribadi bisa mencapai lebih dari satu jam,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Najib pun mengungkapkan bahwa Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan siap melaksanakan kegiatan yang mendukung MRT tersebut. Misalnya, bila ada perbaikan terkait Bina Marga di beberapa stasiun, maka Suku Dinas Bina Marga akan lakukan perbaikan. "Kemudian dari hasil tinjauan tadi perlu ada beberapa perbaikan, kami siap memperbaiki dari Bina Marga saya kira itu," tuturnya.

Sementara Kepala Divisi Engineering PT MRT Weni Maulina menerangkan, menggunakan bus dengan MRT cukup dapat dirasakan perbedaan kecepatan waktu tempuhnya. Terlebih lagi jika menggunakan kendaraan pribadi, maka selisih waktu tempuhnya pun akan semakin besar. “Jadi memang harapannya warga dapat menggunakan MRT ini. Kalau biasanya menggunakan kendaraan pribadi bisa memakan waktu bisa mencapai dua jam, dengan MRT bisa mencapai 30 menit,” tambahnya.

Untuk diketahui, MRT Jakarta tahap satu yang menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus ini rencananya akan dibuka Maret 2019. Perjalanan antara dua titik tersebut akan menempuh jarak 16 Km dengan waktu tempuh 30 menit. Pada fase pertama ini akan ada 13 stasiun yang dilewati. Yaitu enam stasiun bawah tanah dan tujuh stasiun layang.