Lima pasar di Kota Administrasi Jakarta Selatan, menjalani pemeriksaan uji keamanan pangan, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Selasa (19/2).
Lima Pasar tersebut meliputi Ranch Market Pondok Indah, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Pondok Indah, Pasar Cidodol, dan Pasar Pesanggrahan. Sedangkan on the spot dilakukan di Ranch Market Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Wachyuni mengatakan, pada kegiatan ini sampel yang diambil dari produk pertanian adalah sebanyak 156 sampel, produk peternakan sebanyak 41 sampel, produk perikanan adalah sebanyak 83 sampel. Total sampel yang diuji dari kegiatan ini adalah 280 sampel.
“Semua sampel yang diambil dan diserahkan ke mobil lab semuanya tidak mengandung bahan berbahaya. Semua sampel lolos uji,” ujarnya. Wachyuni menambahkan, adanya pengawasan keamanan pangan ini, diharapkan membuat masyarakat selalu mendapatkan bahan pangan yang sehat dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya.
“Kami berharap tidak sia-sialah pembinaan dan pengawasan kita. Sehingga kita bisa memastikan kepada masyarakat bahwa komoditas pangan sudah aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Lima Pasar tersebut meliputi Ranch Market Pondok Indah, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Pondok Indah, Pasar Cidodol, dan Pasar Pesanggrahan. Sedangkan on the spot dilakukan di Ranch Market Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Wachyuni mengatakan, pada kegiatan ini sampel yang diambil dari produk pertanian adalah sebanyak 156 sampel, produk peternakan sebanyak 41 sampel, produk perikanan adalah sebanyak 83 sampel. Total sampel yang diuji dari kegiatan ini adalah 280 sampel.
“Semua sampel yang diambil dan diserahkan ke mobil lab semuanya tidak mengandung bahan berbahaya. Semua sampel lolos uji,” ujarnya. Wachyuni menambahkan, adanya pengawasan keamanan pangan ini, diharapkan membuat masyarakat selalu mendapatkan bahan pangan yang sehat dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya.
“Kami berharap tidak sia-sialah pembinaan dan pengawasan kita. Sehingga kita bisa memastikan kepada masyarakat bahwa komoditas pangan sudah aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.