Kecamatan Pasar Minggu menggelar sosialisasi SKM (Survei Kepuasan Masyarakat), Kanal pengaduan, dan Aplikasi JAK Potret bagi para RT, RW, LMK, dan Tokoh Masyarakat, yang berlangsung di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Kecamatan Pasar Minggu, Senin (1/4). Camat Pasar Minggu Agus Irwanto mengatakan, melalui SKM, semua pihak dalam hal ini RT, RW, LMK, ataupun tokoh masyarakat, dapat memberikan respon terhadap kinerja lurah camat dan juga wali kota.
"Saya menyambut baik apapun, apa itu respon yang keluar dari bapak ibu sekalian. Yang terpenting bagaimana ke depan, kita tingkatkan bukan lagi partisipasi. Kolaborasi. Lebih tingkatkan lagi semangat kepada wilayah. Lingkungan kita," ujarnya. Agus menuturkan, saat ini, baik camat ataupun lurah sedang membangun semangat perubahan dalam pola pikir, dan juga cara berpikir.
"Tentunya dengan harapan bisa menular kepada seluruh warga masyarakat kita. Garis besarnya atau kesimpulan pendeknya, perbaikan atau kekurangan yang ada kita perbaiki. Kita bergandengan tangan, kekeluargaan kita bangun, kekompakan kita. Kami yakin dengan adanya dukungan, dengan adanya sinergi dan kolaborasi dari bapak ibu sekalian, Kecamatan Pasar Minggu semakin maju, semakin sejahtera warganya, semakin aman, nyaman, dan hal lainnya yang telah kita lakukan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian Tata Laksana dan Pelayanan Publik Jakarta Selatan Achmad Basyarudin mengatakan, SKM dilakukan dengan menggunakan aplikasi bernama JAK Potret. Tentunya dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik lagi. "Terima kasih kepada bapak ibu semua hari ini bisa hadir. Kita berharap hari ini kita bisa menginformasikan, bisa bekerja sama antara pemerintah dengan masyarakat demi Jakarta yang lebih baik," ucapnya.
Ketua RW 010 Kelurahan Pejaten Timur yakni Amir, yang turut mengikuti sosialisasi ini, mengatakan, paparan yang diberikan terkait dengan aplikasi JAK Potret cukup jelas baginya. "Untuk menularkan ke seluruh responden InsyaAllah kita bisa menyampaikannya. Namun aplikasi ini belum bisa dibuka secara keseluruhan, sehingga saya meminta soft copy nya sebagai bahan agar lebih gamblang kepada yang terkait dalam rangka penilaian kinerja wali kota, camat dan lurah," pungkasnya.
"Saya menyambut baik apapun, apa itu respon yang keluar dari bapak ibu sekalian. Yang terpenting bagaimana ke depan, kita tingkatkan bukan lagi partisipasi. Kolaborasi. Lebih tingkatkan lagi semangat kepada wilayah. Lingkungan kita," ujarnya. Agus menuturkan, saat ini, baik camat ataupun lurah sedang membangun semangat perubahan dalam pola pikir, dan juga cara berpikir.
"Tentunya dengan harapan bisa menular kepada seluruh warga masyarakat kita. Garis besarnya atau kesimpulan pendeknya, perbaikan atau kekurangan yang ada kita perbaiki. Kita bergandengan tangan, kekeluargaan kita bangun, kekompakan kita. Kami yakin dengan adanya dukungan, dengan adanya sinergi dan kolaborasi dari bapak ibu sekalian, Kecamatan Pasar Minggu semakin maju, semakin sejahtera warganya, semakin aman, nyaman, dan hal lainnya yang telah kita lakukan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian Tata Laksana dan Pelayanan Publik Jakarta Selatan Achmad Basyarudin mengatakan, SKM dilakukan dengan menggunakan aplikasi bernama JAK Potret. Tentunya dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik lagi. "Terima kasih kepada bapak ibu semua hari ini bisa hadir. Kita berharap hari ini kita bisa menginformasikan, bisa bekerja sama antara pemerintah dengan masyarakat demi Jakarta yang lebih baik," ucapnya.
Ketua RW 010 Kelurahan Pejaten Timur yakni Amir, yang turut mengikuti sosialisasi ini, mengatakan, paparan yang diberikan terkait dengan aplikasi JAK Potret cukup jelas baginya. "Untuk menularkan ke seluruh responden InsyaAllah kita bisa menyampaikannya. Namun aplikasi ini belum bisa dibuka secara keseluruhan, sehingga saya meminta soft copy nya sebagai bahan agar lebih gamblang kepada yang terkait dalam rangka penilaian kinerja wali kota, camat dan lurah," pungkasnya.