Kecamatan Jagakarsa menggelar Apel kesiapsiagaan Hadapi Musim Penghujan, di Ruang Terbuka Hijau Antariksa, Jalan Antariksa RT. 004/02 Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (12/11). Camat Jagakarsa Mundari mengatakan, ada 800 personel gabungan yang mengikuti apel ini. Mereka terdiri dari pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), dan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) dari seluruh kelurahan di Kecamatan Jagakarsa.
"Antara tim PPSU, Kehutanan, SDA, dan Bina Marga semuanya harus terpadu untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah Kecamatan Jagakarsa,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut Mundari menuturkan, seluruh rekan-rekan PPSU maupun PJLP yang berada di wilayah Kecamatan Jagakarsa dapat saling bersinergi dalam antisipasi terjadinya bencana. Mundari juga menganjurkan untuk memperbanyak melakukan penanaman pohon guna memaksimalkan penyerapan air hujan dikemudian hari.
“Kita juga berharap kepada tim di wilayah Kelurahan Ciganjur, Cipedak, Srengseng Sawah, dan Lenteng Agung agar mendapat perhatian lebih dan menghimbau warga masyarakat untuk siap siaga selama musim penghujan,” ucapnya. Selain itu, Mundari juga mengungkapkan, dirinya telah mengimbau kepada seluruh lurah untuk lebih memperhatikan kelancaran aliran pada tali air, saluran lingkungan, dan pohon yang berindikasi tumbang.
"Untuk sumur resapan di setiap kantor kelurahan, kantor kecamatan, rumah dinas, tempat ibadah dan rumah warga yang memiliki lahan lebih juga telah diwajibkan memilikinya. Sementara untuk rumah warga dengan kondisi lahan terbatas atau kontur tanah yang tidak memungkinkan, kami minta buat lubang biopori," imbuhnya. Anggota PPSU Kelurahan Tanjung Barat, Wahyu mengungkapkan, timnya telah diiimbau oleh lurah agar siaga dan memantau kebersihan tali air, saluran lingkungan dan genangan di wilayah rawan limpasan air hujan.
"Kami tim PPSU Kelurahan Tanjung Barat selalu dilatih untuk gerak cepat penanganan masalah di lapangan apabila terjadi genangan. Semoga tim PPSU Tanjung Barat selalu kompak dan diberi kesehatan untuk menjalankan tugas sehari-hari," tandasnya.
"Antara tim PPSU, Kehutanan, SDA, dan Bina Marga semuanya harus terpadu untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah Kecamatan Jagakarsa,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut Mundari menuturkan, seluruh rekan-rekan PPSU maupun PJLP yang berada di wilayah Kecamatan Jagakarsa dapat saling bersinergi dalam antisipasi terjadinya bencana. Mundari juga menganjurkan untuk memperbanyak melakukan penanaman pohon guna memaksimalkan penyerapan air hujan dikemudian hari.
“Kita juga berharap kepada tim di wilayah Kelurahan Ciganjur, Cipedak, Srengseng Sawah, dan Lenteng Agung agar mendapat perhatian lebih dan menghimbau warga masyarakat untuk siap siaga selama musim penghujan,” ucapnya. Selain itu, Mundari juga mengungkapkan, dirinya telah mengimbau kepada seluruh lurah untuk lebih memperhatikan kelancaran aliran pada tali air, saluran lingkungan, dan pohon yang berindikasi tumbang.
"Untuk sumur resapan di setiap kantor kelurahan, kantor kecamatan, rumah dinas, tempat ibadah dan rumah warga yang memiliki lahan lebih juga telah diwajibkan memilikinya. Sementara untuk rumah warga dengan kondisi lahan terbatas atau kontur tanah yang tidak memungkinkan, kami minta buat lubang biopori," imbuhnya. Anggota PPSU Kelurahan Tanjung Barat, Wahyu mengungkapkan, timnya telah diiimbau oleh lurah agar siaga dan memantau kebersihan tali air, saluran lingkungan dan genangan di wilayah rawan limpasan air hujan.
"Kami tim PPSU Kelurahan Tanjung Barat selalu dilatih untuk gerak cepat penanganan masalah di lapangan apabila terjadi genangan. Semoga tim PPSU Tanjung Barat selalu kompak dan diberi kesehatan untuk menjalankan tugas sehari-hari," tandasnya.