Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta Selatan, memadati kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Minggu (15/10).
Berdasarkan pantauan, HBKB yang digelar di sepanjang jalan simpang Mampang Prapatan Duren Tiga sampai dengan simpang Warung Jati (Pejaten Village) Warung Buncit, Kecamatan Pancoran itu, dipadati warga dengan melakukan berbagai aktivitas mulai dari berolahraga jalan kaki, bersepeda hingga senam bersama. Selain itu, beragam kuliner betawi dan kuliner daerah juga menghiasi kegiatan HBKB tersebut diantaranya Kerak Telor, Soto Betawi, Nasi Uduk dan masih banyak yang lainnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Sri Yuliani beserta jajaran pemerintahan lainnya juga turut meramaikan HBKB kali ini. Dikatakan Sri, selain mengurangi polusi udara di Jakarta, tujuan digelarnya HBKB ini juga agar masyarakat dapat berinteraksi secara leluasa dimana masyarakat dapat berinteraksi dengan warga Jakarta Selatan yang lainnya tanpa adanya polusi kendaraan.
"Ini upaya dari Pemkot Jakarta Selatan yang akan terus menggelar HBKB di minggu ketiga setiap bulannya," kata Sri. Dalam HBKB kali ini sambung Sri, banyak pelayanan-pelayanan yang disuguhkan oleh Pemkot Jaksel diantaranya, pelayanan kesehatan, kependudukan dan sosialisasi pencegahan kebakaran.
"Kita juga menggandeng BPOM DKI guna mensosialisasikan makanan yang aman dari bahan-bahan berbahaya," ujarnya.
Sri berharap kedepannya HBKB akan lebih ditingkatkan lagi dan kekurangan-kekurangan akan dievaluasi. "Sehingga masyarakat benar-benar merasakan bahwa HBKB itu menjadi kebutuhan masyarakat Jakarta Selatan," tuturnya.
Dalam HBKB ini, Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan rekayasa lalu lintas yang ditutup pada pukul 06.00 WIB sampai dengan Pukul 11.00 WIB.Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto menjelaskan, kendaraan yang berasal dari arah utara (Kuningan) hendak menuju selatan (Ragunan), dialihkan menuju ke Jalan Duren Tiga Raya-Jalan Raya Pasar Minggu-Jalan Raya Ragunan.
Selain itu, kendaraan yang berasal dari arah selatan (Ragunan) yang akan menuju utara (Kuningan), dialihkan menuju Pejaten Barat-Jalan Kemang Selatan-Jalan Kemang Raya-Jalan Bangka Raya-Jalan Kapten Tendean.Sementara itu, angkutan umum Metro Mini S75 (Blok M-Pasar Minggu) setelah melalui Jalan Kapten Tendean menuju Jalan Mampang Prapatan, dibelokkan menuju Jalan Duren Tiga-Jalan Raya Pasar Minggu dan menuju Pasar Minggu. "Kendaraan yang mengantar orang sakit (emergency) yang berada di atas jalur HBKB diberi pengecualian," pungkasnya. (KIP JS)