Forum Koordinasi Pimpinan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Forkopimko Jaksel), menggelar Coffe Morning dan silaturahmi bersama dengan Civitas Akademika se-Jakarta Selatan, di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (11/10). Dalam kesempatan ini, mereka membahas berbagai hal, salah satunya mengenai ketepatan informasi.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, kemajuan teknologi menyebabkan informasi yang ada cepat mengalir ke masyarakat. Namun, tidak semua informasi yang didapat sesuai dengan apa yang terjadi. Hal inilah yang membuat masyarakat, harus terlebih dahulu melakukan penyaringan terhadap informasi-informasi yang mereka dapat. “Kemajuan teknologi itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi menguntungkan informasi begitu cepat, di sisi lain informasi sifatnya sampah. Saringlah sebelum sharing. ini menjadi penting saya sampaikan pada mahasiswa-mahasiswa,” tegasnya.
Marullah menuturkan, informasi yang salah dapat menyebabkan sesuatu yang kecil menjadi besar apabila tidak segera diatasi. Oleh karena itu, peran mahasiswa dibutuhkan dalam upaya terus menciptakan suasana kondusif di wilayah masing-masing, dalam hal ini Jakarta Selatan. “Kami berharap semua mahasiswa menunjukan jati dirinya ikut berpartisipasi mengisi celah-celah pembangunan yang ada di Jakarta Selatan. Boleh jadi di seluruh Jakarta, boleh lingkup nasional maupun regional maupun internasional,” terangnya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Bastoni Purnama mengatakan, dengan kondusifnya suatu wilayah, maka proses pembangunan juga akan berjalan dengan baik dan lancar. “Saya dan pak Dandim (0504 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan) baru dua bulan di sini. Sehingga kita berinisiasi hingga adakan suatu acara duduk bareng bahas hal-hal di Jakarta Selatan,” imbuhnya. Perwakilan Mahasiswa dari Uhamka, Banu Said, mengucapkan terima kasih atas adanya Coffe Morning ini. “Kami berharap, ke depan mahasiswa akan lebih dilibatkan sebagai salah satu bentuk sinergitas di antara kita untuk pembangunan di Jakarta,” tandasnya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, kemajuan teknologi menyebabkan informasi yang ada cepat mengalir ke masyarakat. Namun, tidak semua informasi yang didapat sesuai dengan apa yang terjadi. Hal inilah yang membuat masyarakat, harus terlebih dahulu melakukan penyaringan terhadap informasi-informasi yang mereka dapat. “Kemajuan teknologi itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi menguntungkan informasi begitu cepat, di sisi lain informasi sifatnya sampah. Saringlah sebelum sharing. ini menjadi penting saya sampaikan pada mahasiswa-mahasiswa,” tegasnya.
Marullah menuturkan, informasi yang salah dapat menyebabkan sesuatu yang kecil menjadi besar apabila tidak segera diatasi. Oleh karena itu, peran mahasiswa dibutuhkan dalam upaya terus menciptakan suasana kondusif di wilayah masing-masing, dalam hal ini Jakarta Selatan. “Kami berharap semua mahasiswa menunjukan jati dirinya ikut berpartisipasi mengisi celah-celah pembangunan yang ada di Jakarta Selatan. Boleh jadi di seluruh Jakarta, boleh lingkup nasional maupun regional maupun internasional,” terangnya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Bastoni Purnama mengatakan, dengan kondusifnya suatu wilayah, maka proses pembangunan juga akan berjalan dengan baik dan lancar. “Saya dan pak Dandim (0504 Jakarta Selatan Kolonel Arh Tony Aris Setyawan) baru dua bulan di sini. Sehingga kita berinisiasi hingga adakan suatu acara duduk bareng bahas hal-hal di Jakarta Selatan,” imbuhnya. Perwakilan Mahasiswa dari Uhamka, Banu Said, mengucapkan terima kasih atas adanya Coffe Morning ini. “Kami berharap, ke depan mahasiswa akan lebih dilibatkan sebagai salah satu bentuk sinergitas di antara kita untuk pembangunan di Jakarta,” tandasnya.