Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penataan kawasan Tebet di Ruang Pola Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (29/8). FGD ini, membahas mengenai kebutuhan masyarakat, utamanya masyarakat sekitar dalam penataan tersebut.
“Tujuan dari Focus Group Discussion, adalah untuk berdiskusi apa yang dibutuhkan oleh warga agar hasil yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Marullah menjelaskan, penataan tersebut merupakan Amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022 Provinsi DKI Jakarta, dan Tindak Lanjut Arahan Gubernur DKI Jakarta terkait Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Penguatan Peran Wali Kota pada tahun 2019.
"Karena dari awal dalam perencanaan saja sudah melibatkan masyarakat. Semoga penyelenggaraan Focus Group Discussion Tahun 2019 di Kota Administrasi Jakarta Selatan ini, dapat menghasilkan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Sementara, Direktur Indonesia Konsultan Anna mengatakan, penataan kawasan Tebet ini akan mengangkat nilai khas, keunggulan kawasan, potensi, kekuatan kawasan, permasalahan, kelemahan kawasan, tantangan penataan kawasan, dan deskripsi aspek fisik, ekonomi, sosial, budaya, kearifan lokal, serta lingkungan. "Penataan kawasan ini rencananya akan menerapkan konsep 4K: Karakter, Konektivitas, Kolaborasi, dan Kreativitas," tandasnya.
“Tujuan dari Focus Group Discussion, adalah untuk berdiskusi apa yang dibutuhkan oleh warga agar hasil yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Marullah menjelaskan, penataan tersebut merupakan Amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022 Provinsi DKI Jakarta, dan Tindak Lanjut Arahan Gubernur DKI Jakarta terkait Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Penguatan Peran Wali Kota pada tahun 2019.
"Karena dari awal dalam perencanaan saja sudah melibatkan masyarakat. Semoga penyelenggaraan Focus Group Discussion Tahun 2019 di Kota Administrasi Jakarta Selatan ini, dapat menghasilkan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Sementara, Direktur Indonesia Konsultan Anna mengatakan, penataan kawasan Tebet ini akan mengangkat nilai khas, keunggulan kawasan, potensi, kekuatan kawasan, permasalahan, kelemahan kawasan, tantangan penataan kawasan, dan deskripsi aspek fisik, ekonomi, sosial, budaya, kearifan lokal, serta lingkungan. "Penataan kawasan ini rencananya akan menerapkan konsep 4K: Karakter, Konektivitas, Kolaborasi, dan Kreativitas," tandasnya.