Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meresmikan Koridor 13 Halte Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (16/8). Dalam peresmiannya, Djarot didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Kadis Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal, Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah, dan Dirut PT TransJakarta Budi Kaliwono.
Dalam sambutannya, Djarot mengatakan persoalan yang paling mendasar yang bertahun-tahun sulit teratasi di DKI Jakarta adalah persoalan transportasi. "Butuh keberanian untuk memutuskan membangun jalan layang khusus busway ini," ujarnya.
Jalan layang sepanjang 9,4 kilometer ini, lanjut Djarot membutuhkan dana Rp2,3 triliun dengan pengerjaan yang singkat yaitu hanya membutuhkan waktu satu tahun lantaran menggunakan sistem design and build. "Peresmian Koridor 13 ini sebagai hadiah HUT RI ke-72 persembahan dari anak bangsa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan," ungkapnya.
Menurut Djarot, peresmian koridor 13 rute Ciledug - Tendean Ini sangat membantu masyarakat luar maupun dalam daerah di sektor ekonomi. Dikatakan Djarot, kemacetan yang terjadi di Jakarta seringkali menimbulkan banyak kerugian.
"Jadinya kita bisa hemat BBM, hemat waktu, ini fungsinya, makanya kita dorong terus membangun transfortasi umum," katanya. Djarot juga mengakui Koridor 13 masih ada beberapa kekurangan, namun hal tersebut bisa disempurnakan bebarengan dengan pengoperasian.
"Yang terpenting adalah standar dasar keselamatan terpenuhi," tandasnya. Diketahui, Bus Transjakarta koridor 13 sudah mulai beroperasi sejak Minggu (13/8). Sementara itu, halte-halte yang ada di koridor ini yakni Halte Tendean, Halte Tirtayasa, Halte Mayestik, Halte Adam Malik, Halte Cipulir, dan Halte Puri Beta. (KIP JS)