Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, merilis data Laporan Masyarakat Menggunakan Aplikasi Qlue yang telah ditindaklanjuti oleh Sudinhub Jaksel periode 1 Januari 2017 sampai dengan 30 Juni 2017. Total, mereka telah mengatasi 1296 laporan, yang terbagi ke dalam beberapa bagian yakni Parkir Liar, Kemacetan, Angkot Ngetem, Lawan Arus, serta Pelanggaran Lain, di 10 kecamatan wilayah Jakarta Selatan.
Di Kecamatan Pancoran, total terdapat 287 laporan yang terdiri dari 196 laporan untuk Parkir Liar, 11 laporan untuk Kemacetan, 73 laporan Angkot Ngetem, tujuh laporan Lawan Arus dan 0 laporan untuk pelanggaran lain. Kecamatan Pasar Minggu, memiliki 156 laporan yang terdiri dari 38 laporan Parkir Liar, 17 laporan Kemacetan, 98 laporan Angkot Ngetem, tiga laporan Lawan Arus, serta 0 laporan Pelanggaran Lain.
Di Kecamatan Tebet, Aplikasi Qlue Sudinhub Jaksel memiliki 183 laporan yang terdiri dari 110 laporan Parkir Liar, 12 laporan Kemacetan, 50 laporan Angkot Ngetem, 11 laporan Lawan Arus, serta 0 laporan Pelanggaran Lain. Kecamatan Setiabudi memiliki 129 laporan yang terdiri dari 86 laporan Parkir Liar, 11 laporan Kemacetan, 18 Angkot Ngetem, 0 laporan Lawan Arus, serta 14 laporan Pelanggaran Lain.
Sementara itu di Kecamatan Jagakarsa, sebanyak 172 laporan berhasil diatasi yang terdiri dari 47 laporan Parkir Liar, 16 laporan Kemacetan, 109 laporan Angkot Ngetem, serta 0 laporan Lawan Arus dan Pelanggaran Lain. Kecamatan Kebayoran Baru, memiliki 121 laporan yang terdiri dari 100 laporan Parkir Liar, satu laporan Kemacetan, 20 laporan Angkot Ngetem, serta 0 laporan untuk Lawan Arus dan Pelanggaran Lain.
Berbeda di Kecamatan Cilandak, kecamatan ini memiliki 104 laporan yang terdiri dari 70 laporan Parkir Liar, 12 laporan Kemacetan, 22 laporan Angkot Ngetem, serta 0 laporan untuk Lawan Arus dan Pelanggaran Lain. Di sisi lain, Kecamatan Pesanggrahan, menjadi kecamatan terbersih dari laporan Qlue, dimana kecamatan ini sama sekali tidak memiliki laporan baik di Parkir Liar, Kemacetan, Angkot Ngetem, Lawan Arus, ataupun Pelanggaran Lain.
Dua kecamatan lainnya yakni Kebayoran Lama dan Mampang Prapatan, juga memiliki laporan yang berlainan. Kebayoran Lama memiliki 59 laporan yang terdiri dari 32 laporan Parkir Liar, 18 laporan Angkot Ngetem, dan sembilan laporan untuk Lawan Arus, sedangkan Mampang Prapatan memiliki 85 laporan yang terdiri dari 78 laporan Parkir Liar serta tujuh laporan Angkot Ngetem.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan Christianto, Senin (24/7), mengatakan, beragam laporan dari Qlue itu sukses ditindaklanjuti, lantaran adanya respon cepat dari tim Sudinhub Jaksel untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. "Para petugas selalu berusaha untuk menunjukkan kinerja yang baik di lapangan, seperti ketika mereka melakukan respon cepat menindaklanjuti laporan masyarakat, dengan pelanggaran parkir liar, mengatasi kemacetan dan pelanggaran angkutan jalan di Jakarta Selatan," tandasnya. (KIP JS)