Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Selatan, membentuk program di masa tenang Pemilu 2019. Program ini, dinamakan Patroli Pengawasan, yang bertujuan untuk mengawasi apakah terjadi pelanggaran atau tidak, selama masa tenang berlangsung.
"Kita di Bawaslu tingkat kota melakukan keliling ke 10 kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Untuk Panwascam (Pengawas Pemilihan Kecamatan) fokus di masing-masing kecamatan, untuk Panwas Kelurahan fokus di masing-masing kelurahan, dan Pengawas .TPS fokus masing-masing di TPS nya," ujar Ketua Bawaslu Jakarta Selatan Muchtar Taufik, Selasa (16/4).
Muchtar menjelaskan, ada beberapa fokus dalam Patroli Pengawasan, antara lain fokus kepada penurunan APK dan bahan kampanye yang masih terpasang di hari tenang ini. "Tentunya penurunan APK tidak bisa dilakukan dalam satu malam saja, karena adanya keterbatasan dalam sumber daya manusia," ungkapnya.
Selain APK, Patroli Pengawasan juga akan fokus terhadap politik uang, ataupun hal-hal yang berpotensi menimbulkan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu. "Kita akan lakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) jika kita temukan dalam Patroli Pengawasan baik siang, malam, pagi, subuh, sore, itu kita akan OTT. Indikasinya nanti, mereka pelaku akan terdiskualifikasi," tegasnya.
Muchtar menambahkan, semua petugas turun tangan dalam melakukan Patroli Pengawasan ini. "Ada tiga pimpinan di kecamatan, jadi 30. Lalu ada 65 kelurahan, dan 6.453 pengawas TPS. Jadi mereka melakukan pengawasan sesuai dengan lokasi masing-masing," pungkasnya.
"Kita di Bawaslu tingkat kota melakukan keliling ke 10 kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Untuk Panwascam (Pengawas Pemilihan Kecamatan) fokus di masing-masing kecamatan, untuk Panwas Kelurahan fokus di masing-masing kelurahan, dan Pengawas .TPS fokus masing-masing di TPS nya," ujar Ketua Bawaslu Jakarta Selatan Muchtar Taufik, Selasa (16/4).
Muchtar menjelaskan, ada beberapa fokus dalam Patroli Pengawasan, antara lain fokus kepada penurunan APK dan bahan kampanye yang masih terpasang di hari tenang ini. "Tentunya penurunan APK tidak bisa dilakukan dalam satu malam saja, karena adanya keterbatasan dalam sumber daya manusia," ungkapnya.
Selain APK, Patroli Pengawasan juga akan fokus terhadap politik uang, ataupun hal-hal yang berpotensi menimbulkan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu. "Kita akan lakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) jika kita temukan dalam Patroli Pengawasan baik siang, malam, pagi, subuh, sore, itu kita akan OTT. Indikasinya nanti, mereka pelaku akan terdiskualifikasi," tegasnya.
Muchtar menambahkan, semua petugas turun tangan dalam melakukan Patroli Pengawasan ini. "Ada tiga pimpinan di kecamatan, jadi 30. Lalu ada 65 kelurahan, dan 6.453 pengawas TPS. Jadi mereka melakukan pengawasan sesuai dengan lokasi masing-masing," pungkasnya.