Warga-Cilandak-Timur-Antusias-Pilah-Sampah-di-Rumah

Jakarta Selatan – Warga Kelurahan Cilandak Timur antusias melaksanakan pemilahan sampah dan pengolahan sampah di rumah sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Untuk mendukung pemilahan dan pengolahan sampah tersebut, Kelurahan Cilandak Timur membuat 36 biopori jumbo, empat teba modern dan empat komposter.

Lurah Cilandak Timur, Mila Herawati, mengatakan, dalam upaya pengelolaan sampah ini, antusiasme masyarakat sangat baik. Meskipun terkendala lahan, Kelurahan Cilandak Timur terus mendorong warga untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah.

"Saya mengajak seluruh warga Cilandak Timur untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing. Hal ini penting untuk mencegah penumpukan sampah yang saat ini sudah sangat padat di TPST Bantargebang," kata Mila, saat meninjau pelaksanaan pengolahan sampah di Jalan Jeruk Purut, RT 05 RW 03, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Senin (13/7).

Ia menyampaikan, pengelolaan sampah sudah berjalan dengan baik, meskipun belum mencakup seluruh wilayah. "Kami telah mengimplementasikan pembuatan tempat pengelolaan sampah di kantor kelurahan, sekolah, RPTRA dan terutama di Bank Sampah sebagai percontohan," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Mila, untuk biopori jumbo, jumlahnya sudah cukup banyak karena pembuatannya membutuhkan lahan yang lebih sedikit. "Kendala utama kami memang keterbatasan lahan, karena sistem Teba Modern memerlukan area yang lebih luas. Saat ini, pihak kelurahan sedang berupaya mencari lokasi tambahan untuk pengolahan sampah berskala kelurahan," tuturnya.

Sementara itu, warga RT 05 RW 03, Mulyanih, menyampaikan, secara umum, warga sangat antusias meskipun masih terdapat beberapa kekurangan teknis, misalnya dalam hal pencacahan sampah organik yang saat ini masih dilakukan secara manual dan belum maksimal hasilnya.

"Harapan saya tentu agar lingkungan menjadi lebih bersih. Dengan memisahkan sampah, masalah bau tidak sedap dapat teratasi, apalagi tempat sampah yang kami gunakan saat ini dilengkapi dengan penutup. Selain itu, kami berharap sampah anorganik seperti plastik dapat dikumpulkan secara kolektif untuk menambah nilai ekonomis bagi masyarakat," ucap Mulayanih.