Jakarta Selatan - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengapresiasi Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya untuk 210 petugas pengurus makam (PJLP) dan 10 ASN Pemkot Jakarta Selatan yang belum memiliki rumah tinggal.
Hal tersebut disampaikan Walikota Syafrin saat menghadiri Sosialisasi Program KPR FLPP yang diselenggarakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera dan Bank Jakarta di TPU Tanah Kusir, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Selasa (15/9).
Walikota Syafrin pun berharap program bantuan tidak berhenti pada 210 petugas di TPU Tanah Kusir saja, melainkan dapat menjangkau sekitar 5.000 petugas PJLP lain di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan.
"Untuk mempercepat proses verifikasi data, Pemkot Jakarta Selatan akan mendirikan posko pelayanan khusus di 10 kecamatan dan 65 kelurahan," ucapnya.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri PKP seusai melakukan kunjungan ziarah ke makam Bung Hatta minggu lalu.
Menanggapi kendala utama para pekerja yang kerap kesulitan mengumpulkan dana awal, lanjutnya, Menteri PKP menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan uang muka (DP) gratis sebesar satu persen dari nilai hunian.
"Untuk rumah dengan kisaran harga Rp185 juta, bantuan uang muka yang diberikan gratis mencapai sekitar Rp1,85 juta bagi 200 petugas pengurus makam TPU Tanah Kusir," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo menyambut baik kolaborasi tersebut dan siap menempatkan tim teknis di setiap posko pelayanan guna mempermudah akses pengajuan kredit.
"Saat ini, Bank Jakarta mencatat sudah ada sekitar 950 antrean pengajuan (pipeline) KPR bersubsidi yang siap diproses untuk mewujudkan impian para pekerja memiliki rumah pertama mereka," tambahnya.