Jakarta - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, menyerahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Keluarga Abdul Kadir, PJLP yang berpulang saat menjalankan tugasnya sebagai pengemudi mobil truk di Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan (Jaksel). Santunan diserahkan secara langsung di rumah ahli waris, Jalan Bambu Apus, GG Madrasah RT 005/RW 001, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (14/4).
Turut hadir Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Dedy Setiono, Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat.
Anwar mengatakan, pemerintah hadir di sini untuk menyampaikan bantuan santunan. Tentunya, santunan ini tidak dapat menggantikan nyawa, namun setidaknya diharapkan dapat mengurangi beban keluarga untuk kehidupan kedepannya.
"Kejadian ini bukanlah musibah akibat kecelakaan lalu lintas. Almarhum sedang mengemudi ketika tiba-tiba mengalami serangan jantung di dalam mobil. Alhamdulillah, tidak terjadi kecelakaan karena beliau sempat menepi ke pinggir jalan sebelum akhirnya meninggal dunia di dalam kendaraan," ujarnya.
Ia menuturkan, bahwasannya kesehatan sangatlah penting, apabila merasa kurang sehat, sebaiknya segera memeriksakan kesehatan karena saat ini pengobatan sudah gratis, baik di Puskesmas maupun di RSUD. Pastikan bahwa semuanya dalam kondisi sehat dan tidak ada penyakit lain atau komorbid di dalam tubuh.
"Pesan saya untuk para pekerja di Jakarta Selatan, pastikan dalam kondisi sehat, cukup tidur, dan sebagainya. Jangan sampai bekerja dalam keadaan sakit namun tidak jujur kepada pimpinan. Kita harus menjaga hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang, terutama yang berisiko mengakibatkan kecelakaan atau tabrakan," ucapnya.
Sementara itu, Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menambahkan, penyerahan santuan ini guna memastikan bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja Indonesia.
“Terima kasih kepada bapak Walikota dan bapak Kasudin yang telah mengikutsertakan para pekerjanya dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Total santunan yang direalisasikan pada hari ini adalah sebesar Rp391.954 juta," jelasnya.
Ahli Waris Abdul Kadir, Ma'anih, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dana santunan yang diberikan. "Semoga dana ini dapat bermanfaat bagi kebutuhan saya dan anak-anak ke depannya, terutama untuk pengobatan anak saya yang sedang sakit," tandasnya.