Latih-Kewaspadaan-Pemkot-Jaksel-Gelar-Simulasi-Bencana-di-122-Titik

Jakarta Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di 122 titik di Jakarta Selatan terdiri dari 112 sekolah dan 10 kantor pemerintah.

Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan, simulasi tersebut bertujuan untuk melatih kewaspadaan serta kesiapsiagaan para pegawai dan staf instansi pemerintah maupun para siswa sekolah dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.

"Dari hasil pantauan kami, jalannya simulasi berlangsung tertib dan sesuai prosedur penanganan darurat. Begitu sirine pertama berbunyi, para staf langsung melakukan perlindungan mandiri dengan berlindung di bawah meja atau merapat ke tembok yang kokoh," ujar Walikota Syafrin di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Kemudian, lanjut Syafrin, pada sirine kedua dibunyikan, para pegawai segera melakukan evakuasi keluar gedung menuju titik kumpul yang telah ditetapkan, dengan tetap menerapkan prosedur perlindungan kepala dan tengkuk.

Selain simulasi evakuasi mandiri, kegiatan ini juga memperagakan simulasi penanganan dan penyelamatan korban luka oleh tim tanggap darurat. Pentingnya kegiatan simulasi rutin ini dilakukan untuk membangun budaya siaga bencana di lingkungan kerja maupun pendidikan.

Karena, dengan latihan yang berkelanjutan, diharapkan seluruh elemen pegawai dan masyarakat siap menghadapi kondisi darurat. "Seluruhnya kami imbau untuk selalu waspada dan mawas diri, mengingat bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diprediksi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta, Iwan Alex, menuturkan, kegiatan ini dilakukan guna menguji kesiapsiagaan serta mitigasi penanggulangan bencana bagi para penghuni dan pengelola gedung. Pelaksanaan simulasi ini sekaligus sebagai uji terhadap gedung-gedung yang fasilitasnya juga sudah baik menghadapi gempa bumi.

“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan, simulasi dinilai berjalan dengan sangat baik dan mendapat partisipasi aktif dari seluruh penghuni gedung. Hal ini menunjukkan tingkat respon cepat dan kesiapsiagaan yang tinggi apabila bencana sesungguhnya terjadi, sehingga dapat meminimalkan risiko serta jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana," tandasnya.

Terkait pelaksanaan simulasi bencana di Kantor Kelurahan Petukangan Utara, Sekretaris Kelurahan Petukangan Utara, Fika berharap, dengan adanya simulasi seperti ini, seluruh pegawai dan warga yang datang ke kantor kelurahan akan lebih sigap dan tidak panik apabila terjadi bencana gempa bumi yang sebenarnya.

"Kami ingin memastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan semua pegawai paham titik kumpul aman, alhamdulillah simulasi berjalan lancar," tambahnya.