Wakil-Walikota-Jaksel-Hadiri-Wisuda-Pesantren-Tahfiz-Difabel

Jakarta Selatan - Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho, menghadiri wisuda Pesantren Tahfiz Difabel K H Lutfi Fathullah Baznas (Bazis) DKI Jakarta di Ruang Dirgantara Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (30/6).

Ali mengatakan, wisuda tahfiz ini bukanlah wisuda biasa, ini adalah sebuah pembuktian nyata bahwa keterbatasan fisik sama sekali bukan penghalang bagi hati, lisan dan pikiran yang terkoneksi langsung dengan Sang Pencipta.

"Untuk pimpinan pesantren dan para guru, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Karena telah menemani, mendidik dan membimbing santriwati difabel untuk menghafal Al-Quran, yang kita tahu membutuhkan tingkat kesabaran dan keikhlasan yang berlapis-lapis," ucapnya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus berkomitmen mendukung fasilitas dan pendidikan inklusif agar hak-hak kawan-kawan difabel selalu terpenuhi. Ali pun berpesan, kepada santriwati yang diwisuda, untuk mengamalkan dan menjaga hafalan Al-Quran di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Saya minta untuk anak-anakku semua, jadilah cahaya di manapun kalian berada. Jadilah yang bermanfaat bagi keluarga dan orang lain," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Ketua Bidang I Baznas (Bazis) DKI Jakarta, KH Nur Alam Bakhtir, menuturkan, wisuda santriwati Pesantren Tahfiz Difabel ini adalah sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial, melainkan perayaan atas keteguhan hati, semangat belajar dan keberhasilan luar biasa.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terus mendukung berjalannya pesantren. Sejak berdiri pada 22 Agustus 2022 lalu, pesantren ini telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai kemuliaan melalui hafalan Al-Qur'an," bebernya.

Ia menjelaskan, dari total 37 santriwati yang menimba ilmu di Pesantren Tahfiz Difabel yang berada di Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, hari ini ada 13 orang yang diwisuda. “Wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kegigihan, santriwati mampu melampaui tantangan yang ada, termasuk menjadi penghafal Al-Qur'an,” tambahnya.